Kapendam Hasanuddin Sebut Dandim Kendari akan Hadir di Sertijab

Sabtu, 12 Oktober 2019 00:00 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Kapendam Hasanuddin Sebut Dandim Kendari akan Hadir di Sertijab Kolonel Kav. Hendi Suhendi. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Kolonel HS, Komandan Kodim Kendari berikut istri, IPDN dipastikan akan hadir dalam upacara serah terima jabatan yang akan berlangsung besok Sabtu (12/10) di Kendari. Sertijab dipimpin langsung Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi.

Kapendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Maskun Nafik yang dikonfirmasi mengatakan, Pangdam Mayjen TNI Surawahadi baru berangkat ke Kendari esok. Upacara sertijab akan berlangsung pagi hari.

Kasus pencopotan Komandan Kodim sebelumnya sudah pernah terjadi di wilayah hukum Kodam XIV/Hasanuddin. Saat itu di awal April 2016, Komandan Kodim di Makassar tertangkap di sebuah hotel karena kasus penyalahgunaan narkoba. Penggerebekan di lantai puncak hotel itu dipimpin langsung Kasdam, Brigjen TNI Supartodi.

Berikutnya, saat sertijab dipimpin Pangdam Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Dandim bermasalah ini bersama istrinya tidak hadir, hanya penggantinya, Letkol Otto Sollu didampingi istri.

"Kolonel HS beserta istri akan hadir di upacara sertijab besok karena yang bersangkutan belum ditahan. Sidang disiplinnya masih berproses," kata Kolonel Inf Maskun Nafik kepada merdeka.com, Jumat (11/10).

Disebutkan, kasus Dandim Kendari dan kasus Dandim Makassar tiga tahun lalu berbeda. Kalau kasus Dandim Makassar tersangkut kasus pidana khusus sehingga langsung ditahan karena dikhawatirkan akan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

Sementara Dandim Kendari ini terkait kasus disiplin yakni dugaan pelanggaran UU ITE dari istri yang menyeret dirinya.

Dia menjelaskan, di militer ada perintah atasan untuk mengimbau ke prajurit dan keluarganya untuk tidak keluarkan hal-hal yang menyebabkan martabat TNI jadi tidak terhormat. Imbauan itu mengikuti dinamika sosial. Misalnya sekarang lewat media sosial, jangan sampai posting-annya menyebabkan orang lain bertengkar.

Jauh hari sebelumnya juga prajurit TNI dan istri diharuskan menandatangani surat pernyataan kesanggupan, salah satunya tunduk dan patuh pada norma-norma kehidupan prajurit.

"Istri Dandim ini tersangkut dugaan pelanggaran UU ITE dan prosesnya di peradilan umum, tidak ada proses hukumnya di institusi TNI. Sementara Kolonel HS diduga melanggar UU No 25 tahun 2014 tentang disiplin militer prajurit TNI," pungkasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini