Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapal Kargo KM Liberty I Tenggelam Karena Dihantam Gelombang Setinggi 5 Meter

Kapal Kargo KM Liberty I Tenggelam Karena Dihantam Gelombang Setinggi 5 Meter Kepala Basarnas Bali Gede Darmada. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bali, Gede Darmada mengatakan, untuk update pencarian 9 Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Kargo KM Liberty I yang tenggelam di Perairan Utara Bali, hingga sore ini masih nihil.

"Pencarian kita sampai sore ini dengan menggunakan dua buah Alut (alat utama) KN SAR Arjuna dan RIB (Rigid Inflatable Boat) hasil masih nihil," kata Darmada, di Kantor Basarnas, Bali, Rabu (27/10).

Ia juga menerangkan, Kapal KM Liberty I tenggelam di Perairan Utara Bali, karena diterjang gelombang sekitar lima meter dan saat itu juga terjadi badai besar.

"Jadi, informasi dari nakhoda kapal Liberty I. Saya langsung komunikasi dengan yang bersangkutan melalui radio Benoa, dia melihat kapalnya dihantam bandai dan tenggelam. Gelombang (menghantam) cukup tinggi informasi tiga sampai lima meter, juda ada badai di laut," ungkapnya.

Darmada juga mengatakan bahwa sebenarnya Kapal KM Liberty I adalah kapal besi yang cukup kuat. Tetapi, karena hantaman gelombang dan badai yang besar dan kuat sehingga tidak bisa dikendalikan dan akhirnya tenggelam.

Selain itu, untuk pencarian 9 ABK yang hilang akan dilanjutkan pada Kamis (28/10) besok dan akan dibantu satu Kapal KRI dari Lanal Denpasar dan pihaknya sudah berkoordinasi.

"Satu KRI dari Lanal Denpasar, infonya tadi dari Lanal Denpasar ada KRI di Surabaya yang digeser. Kita optimalkan pencarian dan sesuaikan dengan SAR MAP kita mengevaluasi setelah KM Arjuna sandar nanti," ujar Darmada.

Seperti yang diberitakan, Basarnas Bali masih melakukan pencarian terhadap 9 orang anak buah kapal (ABK) KM Liberty I yang masih hilang pada Selasa pagi, (26/10) pukul 06.00 Wita.

Pencarian itu, dilakukan dengan mengerahkan Kapal Negara SAR Arjuna 229 dengan 17 orang ABK dan 5 orang tim rescue.

Kabasarnas Denpasar Gede Darmada menerangkan, bahwa KM Liberty I lepas sandar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat, (22/10) pukul 00.07 WIB dini hari menuju Reo Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun pada Sabtu, (23/10) pukul 22.07 Wita kapal yang berjenis kcargo ini tenggelam karena dihantam badai di Perairan utara Bali, sebelumnya KM Liberty I sempat mengubah haluan dari timur menuju barat, sayangnya kapal dalam posisi miring. Seluruh kru kapal kemudian loncat dan menyelamatkan diri menggunakan lifejaket dan melepaskan dua buah perahu penyelamat ke laut.

"Pada hari Senin, (25/10) pukul 12.20 Wita LCT Dipasena Dua rute Jakarta menuju Banete Sumba Barat menyelamatkan liferaft KM Liberty I dengan 6 orang POB pada koordinat 7°27.871'S - 115°32.984' E. LCT Depasena Dua kemudian melakukan pencarian di sekitar liferaft yang ditemukan 6 orang yang selamat," kata Darmada, dalam keterangan tertulisnya, pada Selasa (26/10) malam.

Enam orang yang selamat adalah Jacobus Wolonterry yang merupakan nakhoda, David Makatita masinis III, Arif Budi Ruhul juru mudi, Muhamad Jufri juru mudi, Hanli Kiuk yaitu sebagai juru minyak dan Muhammad Ali.

Sementara, 9 orang yang masih dalam upaya pencarian antara lain, Dwi Harmianto sebagai mualim I, Khoirul Hudha mualim II, Rizki Adi Tama sebagai masinis II, Jeri Jepri sebagai juru mudi, Sebastian Saga juru minyak, Rivaldy Refly M juru minyak, Matheis Maoni Teo sebagai serang, Petrus Rumahlewang sebagai Operator Crane dan Hadiq Zain sebagai koki.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP