Timnas bola basket Indonesia U-16 harus menelan pil pahit setelah gagal melaju ke babak perempat final Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) U-16 Asia Cup 2025.
Kekalahan tipis 102-107 dari Taiwan pada laga terakhir grup B menjadi penyebab kandasnya harapan Garuda Muda. Pertandingan sengit ini berlangsung di Buyant Ukhaa Sport Complex, Mongolia, pada Selasa (02/9).
Hasil ini memperpanjang catatan negatif timnas, setelah sebelumnya juga menelan kekalahan dari Selandia Baru dan Filipina. Dengan tiga poin dari tiga pertandingan, Indonesia harus puas berada di peringkat keempat grup dan tidak dapat melanjutkan kiprahnya di turnamen.
Advertisement
Advertisement
Duel Sengit Hingga Kuarter Akhir
Laga antara Indonesia dan Taiwan berlangsung sangat ketat sejak awal, ditandai dengan tempo permainan cepat dari kedua tim. Pada kuarter pertama, Taiwan berhasil unggul tipis dengan skor 23-26, menunjukkan intensitas tinggi yang langsung tersaji di lapangan.
Memasuki kuarter kedua, jual beli serangan terus terjadi. Pemain Indonesia seperti Gede Dio, Benjamin, dan Miracle tampil impresif dengan driving lay-up dan jump shot. Justin Cleine Sasongko juga berkontribusi melalui tembakan tiga angka yang akurat.
Namun, Taiwan tidak tinggal diam. Chen-Wu Pan dan Yu-Chen Chou secara bergantian mencetak angka, menjaga keunggulan timnya hingga paruh waktu dengan skor 60-55. Pertahanan kedua tim sama-sama diuji keras dalam setiap serangan.
Advertisement
Usai halftime, skuad Merah Putih mencoba bangkit dan mendominasi permainan di kuarter ketiga. Bryan Gilbert, Steven Sebastian, dan Benjamin secara konsisten mengemas poin untuk memperkecil ketertinggalan. Hasilnya, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 76-76 di akhir kuarter ketiga, membangkitkan harapan.
Momentum positif ini berusaha dijaga oleh skuad asuhan Abrizalt Hasiholan. Namun, Taiwan kembali menunjukkan ketangguhannya. Saat selisih hanya dua poin (82-80), Cheng-Yeh Chang melesakkan tembakan tiga angka krusial yang menjauhkan skor menjadi 85-80.
Pebasket muda Indonesia terus berjuang mengejar. Christianto berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 102-105 melalui lay-up memanfaatkan fast-break pada sisa 13 detik. Namun, dua lemparan bebas (free throw) dari Cheng-Che Hsiao di sisa 5 detik memastikan kemenangan Taiwan dengan skor akhir 107-102.
Advertisement
- Benjamin Piet Hernusi: 22 poin
- Steven Sebastian: 18 poin
- Gede Dio Arghya: 14 poin
- Miracle Chriatianto: 14 poin
- Bryan Gilbert: 11 poin
Advertisement
Perjalanan dan Pengalaman Berharga di FIBA U-16 Asia Cup
Turnamen FIBA U-16 Asia Cup menjadi panggung penting bagi pemain muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman internasional yang berharga. Ajang ini juga berfungsi sebagai tolok ukur perkembangan bola basket usia dini di Tanah Air, memberikan kesempatan bagi para atlet muda untuk bersaing di level Asia.
Keikutsertaan tahun ini menandai penampilan keempat Indonesia dalam ajang FIBA U-16 Asia Cup. Sebelumnya, Garuda Muda terakhir kali mengikuti turnamen ini pada edisi 2022, di mana mereka finis di peringkat ke-11 dari total 13 tim peserta.
Pencapaian terbaik Indonesia dalam sejarah FIBA U-16 Asia Cup diraih pada tahun 2011, saat berhasil menempati posisi ketujuh dari 16 tim peserta. Hal ini menunjukkan potensi dan perkembangan yang terus diupayakan dalam pembinaan atlet muda.
Advertisement
Pada edisi 2025, sebanyak 16 negara turut serta dalam kompetisi ini, yang terbagi dalam empat grup. Masing-masing juara grup akan otomatis lolos ke babak gugur atau perempat final. Sementara itu, tim peringkat dua dan tiga dari setiap grup akan saling berhadapan untuk memperebutkan empat tiket tersisa menuju fase perempat final.
Sumber: AntaraNews