Peredaran narkoba jaringan Fredy Pratama dibongkar polisi. Fredy mengendalikan jaringannya dari Thailand untuk menyebarkan barang haram itu ke Indonesia.
Dengan memakai kaki tangan, terkuak Fredy turut menugaskan tersangka berinisial WJ yang sudah ditangkap. WJ bertugas menyebarkan narkoba ke wilayah Indonesia Timur, sekitar Kalimantan dan Sulawesi.
"Sudah (ditangkap). Dia (WJ) bawa sendiri dari Malaysia ke Indonesia," kata Direktur Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa saat dihubungi, Senin (18/9).
Advertisement
WJ menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu hingga ekstasi melalui jalur darat melintasi perbatasan di Kalimantan dengan negara Malaysia.
"Perannya (WJ) memasukkan barang dan mengedarkan," kata Mukti.
Advertisement
Kaki Tangan Narkoba di Wilayah Barat Indonesia
Sementara untuk menyelundupkan narkoba ke wilayah Barat Indonesia mencakup Sumatera dan Jawa, Fredy turut memiliki anak buah berinisial KIF (Muhammad Rivaldo Miliandri Silondae).
Untuk memuluskan aksinya, KIF bahkan bekerjasama dengan seorang anggota polisi, AKP Andri Gustami, mantan Kasatnarkoba Polres Lampung Selatan dibantu sang Ratu Narkoba Palembang, selebgram Adelia Putri Salma (APS) dan David (suaminya).
Advertisement
Para Pelaku Memakai Identitas Palsu
Sindikat Fredy Pratama menggandeng polisi untuk memuluskan pasokan wilayah barat dan wilayah timur untuk mengedarkan sabu-sabu dan ekstasi. Para pelaku beraksi dengan membuat KTP atau identitas palsu.
"Sama seperti suami ADP (David, suami Adelia Putri Salma), dia (Andri) juga berhubungan langsung dengan Kif," kata Dirresnarkoba Polda Lampung, Kombes Erlin Tangjaya.
Diketahui Bareskrim Polri saat ini menggelar operasi 'Escobar' tengah memburu Fredy Pratama. Setelah berhasil melucuti jaringan narkoba tersebut dengan menangkap sebanyak 39 orang kaki tangan dan 10,2 ton sabu.
Sementara Fredy sendiri, masih diburu polisi. Keberadaannya terakhir diketahui ada di kawasan Thailand. Namanya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Red notice terhadap Fredy juga telah diterbitkan.