Kabareskrim minta terpidana korupsi diberi sanksi sosial

Rabu, 14 Maret 2018 21:55 Reporter : Sania Mashabi
Kabareskrim minta terpidana korupsi diberi sanksi sosial Komjen Pol Ari Dono. Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Kepala badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komjen Ari Dono Sukamto tidak setuju jika terpidana korupsi hanya dihukum berdasarkan pidana. Menurutnya lebih baik ada sanksi sosial juga.

"Maka hal semacam itu perlu dipikirkan juga. Ada sanksi sosial untuk kasus seperti ini. Kalau memang ada kesalahan, institusi yang memberi sanksi sosial. Mungkin juga hal lain, kami berpikir kalau kita hanya berorientasi memenjarakan orang, penjara tidak cukup," kata Ari Dono dalam Rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3).

Menurutnya tindakan penanganan dengan cara Operasi Tangkap Tangan (OTT) tidak terlalu berpengaruh dalam mengurangi tindakan korupsi. Serta tidak bisa memberikan efek jera.

"Sehingga saya berpikir perlu ada pemikiran lain terkait penanganan korupsi. Tetapi ini hanya pemikiran saya saja. Perlu kita pikirkan ke depan," ungkapnya.

"Kalau hanya dendam, masuk penjara, masuk penjara, penuh. Di dalam penjara hanya sementara saja. Besoknya tertawa saja. Sampai Sukamiskin, minum kopi atau main kartu. Kita tidak tahu, mungkin," tambahnya.

Dia pun menyarankan untuk menghadirkan efek jera dengan cara memberikan sanksi sosial yang membuatnya engga lagi melakukan korupsi. Salah satunya dengan cara dihukum menjadi tukang sapu.

"Kalau ada sanksi sosial harus menjadi pekerja sosial menyapu dan sebagainya, mungkin istrinya berpikir suami kalau ada uang, 'uang dari mana ini, jangan sampai saya jadi tukang sapu'," tandasnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini