Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Juanda, PNS Pemkab Karawang Sekaligus Petinggi Indonesia Mercusuar Dunia Diperiksa

Juanda, PNS Pemkab Karawang Sekaligus Petinggi Indonesia Mercusuar Dunia Diperiksa Petinggi Indonesia Mercusuar Indonesia Mendapat Ancaman Pembunuhan. ©2020 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Petinggi Indonesia Mercusuar Dunia (IMD), Juanda (48) akhirnya dijemput pihak kepolisian saat berada di ruang Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang, Jumat (31/1). Juanda diamankan untuk dimintai keterangan atas penetapan tersangka dua orang petinggi IMD di Tangerang.

Kepala BKPSDM Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah membenarkan pihak kepolisian dari Polres Tangerang menjemput Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Juanda yang mengaku sebagai Ketua Umum IMD. Penjemputan yang bersangkutan terkait pemeriksaan keberadaan IMD di Tangerang.

"Benar yang bersangkutan telah dijemput pihak kepolisian dari Polres Tangerang," kata Aang, Sabtu (1/2) saat dikonfirmasi.

"Penjemputan Juanda hanya diminta keterangan terkait keberadaan organisasi Indonesia Mercusuar Dunia, di mana saudara Juanda merupakan salah satu petinggi kerajaan King of The King, dua orang pengurus diwilayah Tangerang sudah ditetapkan tersangka," tambah dia.

Namun Kepala BKPSDM, tidak tinggal diam atas kasus yang menimpa PNS di lingkup Pemkab Karawang, pendamping hukum selama proses hukum berjalan telah menunjuk kuasa hukum untuk mendampingi PNS tersebut.

"Kita sudah menunjuk kuasa hukum untuk mendampinginya selama proses penyidikan berjalan," katanya.

Ia menceritakan, sebelum kasus ini masuk ke ranah hukum, pihaknya telah meminta keterangan dan menggali informasi dari Juanda mengenai IMD dan King of The King di mana yang bersangkut tertera sebagai bagian dari organisasi tersebut. Lanjutnya, dari keterangannya menjelaskan bertemu dengan Dony Pedro sejak akhir 2018 dan sudah 3-4 kali pertemuan di Bandung.

Selanjutnya, ia diminta sejumlah uang melalui transfer untuk menebus dokumen yang nilainya triliunan, nantinya satu dokumen akan diganti senilai Rp 3 milyar, tergiur dengan iming-iming dana yang didapat lebih besar maka Juanda mentransfer uang sebanyak Rp 10 juta dengan terbagi dalam 5-6 kali transfer melalui rekening Dony Pedro.

"Diiming-iming mendapatkan uang lebih besar, ia telah memberikan dana sebesar 10 juta, untuk membayar dokumen palsu yang nilainya triliunan," tandasnya.

Diduga, ia merupakan korban cuci otak oleh petinggi King of The King saudara Dony Pedro, namun demikian pihaknya akan tetap melakukan pembinaan kepada PNS tersebut, masalah hukum kita serahkan kepada penegak hukum.

"Kami fokus kepada pembinaan PNS tersebut," tutupnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP