Jual tanah & rumah demi umroh di Abu Tour, tapi tak kunjung berangkat
Merdeka.com - Ratusan jemaah umroh mendatangi kantor Abu Tour di Palembang untuk mempertanyakan jadwal keberangkatan, Jumat (9/2). Sayangnya usaha mereka tak membuahkan hasil karena tak satu pun manajamen Abu Tour yang menemui.
Salah seorang korban, Ayu Maya (56) mengaku terpukul dengan pembatalan pemberkatan ke Tanah Suci pada Januari 2017 lalu. Sebab, demi mendaftar umroh, dia rela menjual tanah miliknya.
"Tanah sudah dijual karena ada umroh murah, saya dan anak saya daftar Maret tahun lalu, harganya waktu itu Rp 16 juta, berdua jadi Rp 32 juta," ungkap Maya, Jumat (9/2).
Setelah mendaftar, Maya dan putrinya dijanjikan berangkat satu tahun kemudian, tepatnya Januari 2018. Namun, impian itu harus kandas karena Abu Tour tiba-tiba menginformasikan pembatalan.
"Kemarin katanya mau dikasih tahu lagi jadwal berangkat, tapi sampai sekarang belum juga. Kami bingung mau apalagi," ujarnya.
Meski demikian, Maya masih berharap Abu Tour dapat memberangkatkannya. Jika tidak, dia meminta Abu Tour mengembalikan uang setoran, paspor dan berkas lain karena akan digunakan mendaftar ke travel lain.
"Kami hanya ingin beribadah, tolong dimudahkan. Umroh ini cita-cita suami saya sebelum meninggal," kata dia.
Nasib yang sama juga dialami Onalisa (50). Bersama suaminya, Fuad (53), Onalisa nekat menjual rumah demi berangkat umroh. Setelah mendaftar masing-masing Rp 15 juta pada April 2017, keduanya dijanjikan berangkat Januari 2018.
"Rumah sudah dijual berangkat umroh juga belum. Padahal janjinya bulan kemarin," kata dia.
Tak hanya jemaah dari program promo, jemaah dari jalur reguler juga mengalami nasib yang sama, seperti dialami Eka Alya (35). Dia dan saudara iparnya menyetor uang masing-masing Rp 22 juta dan mendapat jadwal berangkat Januari 2017.
"Kami ini ikut reguler, bukan promo. Sudah bayar mahal-mahal tapi batal berangkat," terangnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya