JUA Beri Nilai Sempurna 10/10, Kejuaraan Judo Asia di Indonesia Dipuji Terbaik Sepanjang Sejarah!

Penyelenggaraan Kejuaraan Judo Asia di Jakarta mendapat pujian luar biasa dari JUA, bahkan disebut terbaik. Bagaimana respon PB PJSI dan apa dampaknya bagi judoka Indonesia?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
JUA Beri Nilai Sempurna 10/10, Kejuaraan Judo Asia di Indonesia Dipuji Terbaik Sepanjang Sejarah!
Penyelenggaraan Kejuaraan Judo Asia di Jakarta mendapat pujian luar biasa dari JUA, bahkan disebut terbaik. Bagaimana respon PB PJSI dan apa dampaknya bagi judoka Indonesia? (Merdeka.com)

Jakarta sukses menjadi tuan rumah Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 yang berlangsung di Tennis Indoor Gelora Bung Karno pada 11-15 September lalu. Acara bergengsi ini berhasil menarik perhatian dunia judo internasional dengan partisipasi dari 22 negara dan sekitar 400 atlet muda.

Keberhasilan penyelenggaraan ini tidak luput dari perhatian Judo Union of Asia (JUA) yang memberikan apresiasi tinggi. Presiden JUA, Obaid Al Anzi, secara langsung menyampaikan kepuasannya terhadap kualitas acara yang diselenggarakan oleh Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI), Maruli Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pujian tersebut menjadi motivasi besar. Ia menegaskan bahwa salah satu tujuan utama dari kejuaraan ini adalah untuk memberikan pengalaman berharga bagi para judoka muda Indonesia di kancah internasional.

Ketua Umum PB PJSI Maruli Simanjuntak menyatakan bahwa penyelenggaraan Asian Cadets & Junior Judo Championship 2025 di Jakarta mendapatkan respons yang sangat positif dari Judo Union of Asia (JUA). Menurutnya, JUA menilai kejuaraan ini sebagai salah satu yang terbaik yang pernah mereka hadiri. "Mereka menyampaikan bahwa ini mungkin yang terbaik selama mereka pernah hadir untuk penyelenggaraan," kata Maruli saat menjumpai awak media.

Pujian serupa juga disampaikan oleh Presiden JUA, Obaid Al Anzi, yang secara terang-terangan memberikan nilai sempurna. "Evaluasinya, menurut saya ini kejuaraan yang sangat bagus. Nilai 10 dari 10," ujar Obaid, menunjukkan tingkat kepuasan yang luar biasa terhadap kinerja Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Judo Asia ini.

Kejuaraan bergengsi ini berhasil mengumpulkan talenta-talenta muda dari 22 negara di seluruh Asia. Dengan sekitar 400 atlet yang berkompetisi di berbagai nomor, ajang ini menjadi panggung penting bagi perkembangan judo di kawasan.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berhasil mengamankan satu medali perunggu melalui Nahella Nadzwa Sabilla. Nahella meraih perunggu setelah mengalahkan sesama wakil Indonesia, Layzenri Octa, dengan satu poin waza-ari dalam pertandingan yang sengit.

Meskipun hanya satu perunggu, Maruli Simanjuntak tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para atlet. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari Kejuaraan Judo Asia ini adalah untuk memberikan pengalaman bertanding yang tak ternilai bagi judoka Indonesia, bukan semata-mata mengejar medali. "Poin dari penyelenggaraan ini adalah memotivasi atlet-atlet kita. Kalau yang kedua kami juga ingin memperkenalkan Indonesia," tambahnya.

Pengalaman bertanding juga menjadi sorotan utama bagi atlet seperti Najwa Ufaira, yang pada hari penutupan berlaga dalam perebutan perunggu namun harus mengakui keunggulan atlet India, Taibanganbi Chanu Khaidem. "Mungkin kurang jam terbang," kata Najwa, mengidentifikasi faktor kurangnya pengalaman sebagai penyebab minimnya prestasi atlet Indonesia di kejuaraan ini.

PB PJSI menegaskan bahwa Kejuaraan Judo Asia ini bukan merupakan ajang seleksi langsung untuk SEA Games 2025. Namun, diharapkan ajang ini dapat menjadi bekal berharga bagi para judoka muda Indonesia untuk meningkatkan kualitas, mental bertanding, dan jam terbang mereka di ajang internasional di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi