JPU putar rekaman penyuap Patrialis, singgung soal rayuan ke hakim

Senin, 19 Juni 2017 16:47 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menampik kesaksian Basuki Hariman, terdakwa pemberi suap terhadap mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar. Ini dikarenakan Basuki mengaku tidak ada pembahasan mengenai uang saat bertemu dengan Patrialis Akbar.

Pada saat sesi terdakwa menyampaikan tanggapan atas kesaksian para saksi, Patrialis menggunakan haknya untuk bertanya. Mantan menteri hukum dan HAM itu bertanya kepada Basuki ada atau tidaknya pembicaraan uang tiap kali keduanya bertemu.

"Soal uang Rp 2 Miliar, pernah saya bicara tentang Rp 2 Miliar?" Tanya Patrialis kepada Basuki, Senin (19/6).

"Tidak pernah," jawab Basuki.

"Apakah Anda pernah memberikan janji atau hadiah kepada saya?" Tanya Patrialis lagi. Jawaban serupa kembali diucapkan Basuki yang menegaskan tidak ada janji atau hadiah kepada Patrialis.

Jaksa KPK, Lie Fery Setyawan, memutarkan rekaman percakapan Basuki dengan seseorang. Dalam percakapan itu, Basuki menyinggung dirinya masih harus merayu dua hakim konstitusi perihal urusan uji materi undang-undang nomor 41 tahun 2014.

"Untuk jawaban saksi ini kami punya bukti percakapannya," kata jaksa seraya memutar rekaman percakapan Basuki dengan seseorang melalui sambungan telepon. Berikut transkrip percakapan Basuki:

Hai bos
Bos dimana bos
Besok lah yah
Masih sibuk?
Haah hehe iya masih dua orang lagi nih
Wuih masih pasiennya masih banyak sekali, hehe
Lagi ngerayu, bukan pasien
Ooh ngerayu apa bos?
Ketemu orang ngerayu nih, ngerayu hakim nih
Oh gitu kan dulu udah kemarin, udah putus, belum putus juga?
Belum enggak jadi dulu
Waduh hebat lu bos
Besok lah yah yok yok
Iya bos yuk

Namun pengusaha importir daging sapi itu berdalih hanya gurauannya saja menyebut nama hakim. Dia juga membantah kenal dengan seluruh hakim di Mahkamah Konstitusi.

"Siapa ini hakim?" Tanya jaksa. "Ya itu bisa bisanya saya saja," jawab Basuki.

"Kenal hakim lain selain Patrialis?" Cecar jaksa lagi.

"Tidak," jawab singkat Basuki.

Diketahui, Patrialis Akbar didakwa telah menerima sejumlah uang suap terkait permohonan uji materi tentang pasal hewan ternak nomor 41 tahun 2014 yang diajukan gugatannya oleh asosiasi importir daging sapi, dari Basuki. Merasa berkepentingan atas pengajuan uji materi tersebut, Basuki Hariman notabene pengusaha importir daging sapi pun melakukan upaya penyuapan terhadap Patrialis agar bisa mengabulkan permohonan tersebut, mengingat uji materi tersebut tak kunjung diputuskan oleh MK.

Mantan menteri hukum dan HAM itu didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf c Jo Pasal 18 undang undang Tipikor Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP. [ang]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.