Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi Soal Wacana Amandemen UUD 1945: Sebaiknya Setelah Pemilu

Jokowi Soal Wacana Amandemen UUD 1945: Sebaiknya Setelah Pemilu

Jokowi Soal Wacana Amandemen UUD 1945: Sebaiknya Setelah Pemilu

Jokowi menyebut, sebaiknya amandemen itu dilakukan setelah pemilu 2024.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi terkait wacana amandemen UUD 1945. Jokowi menyebut, sebaiknya amandemen itu dilakukan setelah pemilu 2024. "Ini kan proses pemilu ini sedang berproses dalam waktu dekat kita sudah pemilu sudah pilpres pileg sehingga ya menurut saya sebaiknya proses itu setelah setelah ya setelah Pemilu," kata Jokowi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/7).

Jokowi mengatakan, pokok-pokok haluan negara (PPHN) yang menjadi usulan MPR memang penting dibahas. Tujuannya agar arah masa depan Indonesia semakin jelas.

Jokowi Soal Wacana Amandemen UUD 1945: Sebaiknya Setelah Pemilu

"Tapi sekali lagi tadi saya sampaikan kan memang PPHN tadi Ketua MPR (Bambang Soesatyo) menyampaikan memang berisi filosofis tidak detail sehingga memberikan fleksibilitas kepada eksekutif,"
tutup Jokowi

Merdeka.com

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo memandang MPR perlu kembali dijadikan lembaga tertinggi di negara ini. Hal tersebut disampaikan Bamsoet dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR DPR DPD 2023 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (16/8). Wacana itu juga disampaikan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di HUT ke-58 Lemhannas.

Awalnya, Bamsoet menyinggung pelaksanaan pemilu dilakukan seiring dengan habisnya masa jabatan presiden, wakil presiden dan juga jajaran menteri. Namun, Bamsoet merasa ada masalah jika terjadi keadaan darurat menjelang pelaksanaan pemilu. Dalam kondisi tersebut, akan timbul pertanyaan lembaga yang mempunyai kewajiban mengatasi masalah tersebut. Bamsoet juga menyebut tidak ada aturan yang memberi kewenangan untuk menunda pelaksanaan pemilu.

Jokowi Soal Wacana Amandemen UUD 1945: Sebaiknya Setelah Pemilu

Bamsoet menyinggung peran MPR dalam amandemen UUD 1945 sebelumnya. Pada saat itu, MPR masih bisa menetapkan beragam ketetapan yang bersifat pengaturan untuk bisa melengkapi berhentinya pengaturan dalam konstitusi.

Berdasarkan Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar, MPR bisa diatribusikan dengan kewenangan subjektif superlatif dan kewajiban hukum untuk bisa mengambil keputusan ataupun penetapan-penetapan yang bersifat pengaturan untuk mengatasi dampak dari sebuah keadaan yang tidak bisa diantisipasi dan tidak dapat dikendalikan dengan wajar. MPR sendiri merupakan singkatan dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. MPR merupakan sebuah lembaga negara yang memiliki tugas dan wewenang tersendiri. Tugas dan wewenang MPR di zaman dulu berbeda dengan saat ini.

Tugas MPR

Salah satu tugas MPR yang saat ini sudah berubah yaitu dalam pemilihan presiden dan juga wakil presiden. Dulu, presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR, sedangkan saat ini presiden dan juga wakil presiden dipilih oleh masyarakat.

Jawaban Jokowi Soal Arah Dukungan Capres: Tanyakan ke Gibran
Jawaban Jokowi Soal Arah Dukungan Capres: Tanyakan ke Gibran

Jokowi irit bicara terkait arah dukungan pada Capres.

Baca Selengkapnya
Jokowi Terbitkan 2 Perpres Tunjangan Pegawai KPK, Paling Besar Dapat Rp35 Juta
Jokowi Terbitkan 2 Perpres Tunjangan Pegawai KPK, Paling Besar Dapat Rp35 Juta

Pegawai KPK selain diberikan penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, diberikan tunjangan kinerja setiap bulan.

Baca Selengkapnya
Kelakar Jokowi: HIPMI Sudah Jadi Himpunan Para Menteri Indonesia
Kelakar Jokowi: HIPMI Sudah Jadi Himpunan Para Menteri Indonesia

Jokowi mengingatkan, dirinya juga merupakan anggota HIPMI.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Bertemu Pemred Media, Jokowi Jawab Isu Gibran Jadi Cawapres
Bertemu Pemred Media, Jokowi Jawab Isu Gibran Jadi Cawapres

Jokowi menanggapi soal putranya, Gibran Rakabuming Raka yang disebut-sebut dipersiapkan sebagai cawapres.

Baca Selengkapnya
Jokowi Heran Banyak Penemuan Aneh: Jam Tangan Tenaga Keringat, Ini Apa?
Jokowi Heran Banyak Penemuan Aneh: Jam Tangan Tenaga Keringat, Ini Apa?

Jokowi mengatakan, Indonesia bakal menghadapi bonus demografi pada tahun 2030.

Baca Selengkapnya
Temui Jokowi, Butet Kartaredjasa Tawarkan Konsep Tarian Nusantara Etam untuk IKN
Temui Jokowi, Butet Kartaredjasa Tawarkan Konsep Tarian Nusantara Etam untuk IKN

Tarian yang dibuat oleh pihaknya dinilai dapat mencangkup kebudayaan lintas etnik dari berbagai suku bangsa tersebut.

Baca Selengkapnya
VIDEO: Begini Situasi di Bromo Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, 'Muuaacet rek'
VIDEO: Begini Situasi di Bromo Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, 'Muuaacet rek'

Begini Situasi di Bromo Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, 'Muuaacet rek

Baca Selengkapnya
Jokowi Cerita Masa-Masa Mencekam saat Pandemi: Setiap Hari Ambulans Nguing-Nguing
Jokowi Cerita Masa-Masa Mencekam saat Pandemi: Setiap Hari Ambulans Nguing-Nguing

Jokowi bersyukur pemerintah bisa mengelola ekonomi pasca pandemi dan kembali normal dalam waktu yang sangat cepat.

Baca Selengkapnya
Jokowi Kukuhkan Anggota Paskibraka HUT ke-78 RI di Istana
Jokowi Kukuhkan Anggota Paskibraka HUT ke-78 RI di Istana

Istana mengundang 16.000 tamu undangan untuk hadir pada perayaan HUT ke-78 RI.

Baca Selengkapnya
Jokowi ke Presiden Selanjutnya: Paling Penting Berani dan Konsisten Majukan Bangsa
Jokowi ke Presiden Selanjutnya: Paling Penting Berani dan Konsisten Majukan Bangsa

"Ke depan saya kira bukan tentang siapa presidennya, yang paling penting menurut saya sanggup enggak (untuk) konsisten," kata Jokowi.

Baca Selengkapnya