Jokowi Sebut Perlu Literasi Digital Agar Rakyat Tak Mudah Termakan Hoaks

Senin, 10 Desember 2018 11:30 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Sebut Perlu Literasi Digital Agar Rakyat Tak Mudah Termakan Hoaks Presiden Joko Widodo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengatakan upaya untuk menangkal fitnah dan hoaks tidak cukup dengan regulasi dan penegak hukum. Menurutnya, perlu adanya literasi digital agar masyarakat bisa menyaring segala informasi yang didapat dari media sosial.

"Tapi juga warga masyarakat mampu memilih dan memilah informasi, mampu melakukan kroscek, mampu melakukan klarifikasi, jika menerima sebuah informasi," kata Jokowi dihadapan 300 perserta Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/12).

Jokowi menegaskan kemajuan teknologi informasi digital yang sangat cepat harus diimbangi dengan standar moral. Tidak hanya itu, kata dia, juga diperlukan etika yang tinggi dari penggunaannya.

"Sekali lagi, kemajuan teknologi informasi digital yang sangat cepat harus diimbangi dengan standar moral dan etika yang tinggi dari penggunaannya," tegas Jokowi.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Perhumas karena telah mengusung hastag Indonesia bicara baik. Hal tersebut, lanjutnya, agar masyarakat bisa hijrah dari optimisme Indonesia. Serta mengajak semua pihak untuk hijrah ke negatif ke positif.

"Saya sangat setuju dengan gerakan Indonesia bicara baik ini sebuah ajakan gerakan sosial ajakan untuk hijrah, ajakan untuk hijrah dari pesimis menuju optimisme, membangkitkan optimisme Indonesia," ungkap Jokowi. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini