Polisi Gerebek Pabrik Obat Keras di Bandung, Produksi 8 Juta Butir Sehari

Polisi Bongkar Pabrik Obat Keras Terbatas di Kota Bandung yang Bisa Hasilkan 8 Juta Butir Obat Sehari 

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia- Reporter
Polisi Gerebek Pabrik Obat Keras di Bandung, Produksi 8 Juta Butir Sehari
Polisi rilis kasus pabrik obat keras di Bandung. (merdeka.com/Azzura Galexia).

Anggota Satresnarkoba Polrestabes Bandung mengungkap kasus peredaran obat keras terbatas secara ilegal jenis Hexymer dan Tramadol. Lima orang berinisial P, R, MF, F, dan A ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Hengki menjelaskan, pengungkapan itu bermula ketika polisi menangkap pelaku berinisial A di Tol Purbaleunyi KM 125 pada Jumat (16/10). Dari pelaku, polisi menyita barang bukti obat Hexymer sebanyak 600 ribu butir siap edar.

"Hexymer yang siap edar sudah dikemas seperti kotak warna hijau seperti yang ada ini," kata Hengki didampingi Kapolrestabes Bandung Kombes Dedi Supriyadi dan Kasatnarkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana ketika ditemui di lokasi pada Minggu (18/10).

 

Polisi rilis kasus pabrik obat keras di Bandung. (merdeka.com/Azzura Galexia).
Polisi rilis kasus pabrik obat keras di Bandung. (merdeka.com/Azzura Galexia).

Polisi kemudian melakukan pengembangan ke tiga TKP lain dijadikan sebagai pabrik untuk memproduksi obat di kawasan BizPark, Kota Bandung. Di lokasi, polisi menyita barang bukti berupa bahan baku pembuatan obat hingga alat pemanas. Empat pelaku lainnya ditangkap di TKP.

"Mereka mulai menyewa (tempat ini) kurang lebih 22 hari. Tapi akan kita kembangkan. Apakah ini gudang ini sudah lama atau tidak, bisa saja sewanya dibuat seolah baru," ujar Hengki.

Polisi rilis kasus pabrik obat keras di Bandung. (merdeka.com/Azzura Galexia).
Polisi rilis kasus pabrik obat keras di Bandung. (merdeka.com/Azzura Galexia).

Hengki menyebut kelima pelaku ditangkap berperan sebagai peracik, pengantar, hingga koordinator pengantar. Obat yang diproduksi tak hanya diedarkan di wilayah Jabar.

"Mungkin akan digeser ke daerah-daerah lain, kita akan dalami (peredarannya)" kata dia.

Apabila telah diolah, bahan baku yang ditemukan di pabrik bisa menghasilkan 250 juta butir obat jenis Hexymer dan Tramadol. Ke depan, polisi akan melakukan pengembangan lagi atas kasus tersebut.

"Dalam sehari 8 juta butir. 250 juta butir (kalau diolah semua) dengan bahan baku yang ada, kalau dicetak seperti ini termasuk Hexymer atau Tramadol," pungkas dia.

Rekomendasi