Jokowi sebut berita hoaks disebar untuk memperkeruh suasana

Sabtu, 10 Maret 2018 16:13 Reporter : Sania Mashabi
jokowi buka rapimnas partai demokrat. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti penggunaan media sosial (medsos) untuk menyebarkan berita bohong. Dia pun meminta Polri serius mengusut para penyebar hoaks di medsos.

"Media sosial juga digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang merugikan. Sampaikan berita bohong, hoaks, saling hujat dan mencemooh dan mencela menjelekkan, mengumbar kebencian yang justru membawa keresahan di masyarakat," kata Jokowi dalam sambutannya di Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Jawa Barat, Sabtu (10/3).

Dia mencontohkan beberapa berita hoaks yang meresahkan masyarakat. Mulai dari kasus tentara Republik Rakyat China yang memasuki Bandara Soekarno Hatta hingga pemberitaan penyerangan terhadap tokoh ulama.

"Kemudian ada pula kasus penyerangan terhadap ulama. Isunya di medsos 41 kasus. Setelah dicek enggak benar. Yang benar hanya tiga kasus yang sedang dalam penanganan serius oleh polisi," ungkapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menduga pemberitaan bohong sengaja dibuat untuk memperkeruh suasana. Sebab itu dia meminta Polri menindak tegas para penyebar hoaks tersebut.

"Rasanya tidak mungkin berita seperti itu karena tidak tahu. Sepertinya disengaja untuk perkeruh suasana. Ini yang harus kita cegah dan kita tindak sesuai hukum yang berlaku. Dan ini tegas saya sampaikan ke Polri tindak tegas pelakunya," tandasnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Hoax
  2. Presiden Jokowi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini