Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Saya Bukan Keturunan Ningrat, Politik Juga Hanya dari Kampung

Jokowi: Saya Bukan Keturunan Ningrat, Politik Juga Hanya dari Kampung Jokowi bertemu ulama se-Jateng. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1440 H/2018 M di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam acara ini, Jokowi mengundang 76 tokoh agama Jawa Barat. Mereka berasal dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

Dalam sambutan, Jokowi kembali menyinggung sejumlah isu yang kerap menyeret namanya. Pertama, isu tenaga kerja asing (TKA) yang menyerbu Indonesia.

Jokowi menegaskan jumlah TKA di Tanah Air hanya 78.000 orang. Jumlah ini sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di Hongkong yang menyentuh 160.000, Taiwan 200.000 dan China 80.000 orang.

"Empat tahun ini banyak isu tetapi saya tidak pernah jawab. Mumpung bertemu ulama saya ingin sampaikan," kata Jokowi, Rabu (21/11).

Jokowi menyebut, sumber data TKA dan TKI yang diperolehnya jelas yakni dari Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Isu kedua yakni antek asing. Jokowi mengatakan empat tahun belakangan ini dirinya kerap dituduh antek asing.

Selain karena dianggap mudah memberikan akses kepada TKA, Jokowi juga disebut kerap membuat kebijakan pro asing. Padahal, kata Jokowi, dia sudah berhasil merebut kembali aset Indonesia yang selama ini dikuasai asing.

"Saya kasih tiga contoh. Blok Mahakam puluhan tahun dikuasai France Japan, akhirnya kita ambil 100 persen dan berikan kepada Pertamina. Ini yg sering tidak saya ceritakan. Kedua Blok Rokan paling besar di Riau, sudah 100 persen dimenangkan Pertamina. Terakhir, Freeport puluhan tahun cuma sembilan atau delapan persen sekarang 51 persen kok ga ada yang demo dukung. Ini bukan sesuatu gampang," jelasnya.

"Kalau dukungan moriil, kalau doa dari ulama saya tahu. Tapi hal seperti ini kadang dibalik balik katanya saya antek asing. Antek asingnya di mana. Saya baru saja sehari dua hari dibilang antek asing," sambung Jokowi.

Isu ketiga soal Partai Komunis Indonesia (PKI). Jokowi menceritakan dirinya selalu dikaitkan dengan PKI. Padahal PKI dibubarkan pada 12 Maret 1966, sedangkan dia baru dilahirkan 21 Juni 1961.

"Masa ada PKI balita," ucapnya.

Isu berikutnya silsilah keluarga Jokowi. Beberapa tahun belakangan ini Jokowi memang kerap disebut sebagai keturunan China dan anti Islam. Namun, Jokowi membantah tuduhan tersebut.

"Keluarga saya muslim, keluarga besar orangtua, kakek nenek saya muslim. Silakan tabayyun," kata dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan semua isu bohong yang dialamatkan kepadanya harus dijawab tegas. Sebab, jika dibiarkan akan semakin menjadi dan justru dipercayai oleh rakyat.

"Saya harus blak-blakan sekarang kalau saya enggak bisa kemudian diberi amanat untuk Presiden di 2014 bukan karena siapa-siapa, karena kehendak Allah. Saya bukan dari keturunan ningrat, politik juga hanya dari kampung, desa. Saya ini siapa sih saya bukan elite politik, ketua partai, kaya raya. Jadi saya jalani biasa-biasa saja. Saya sabar, sabar, sabar. Ya Allah sabar tetapi jawab seperti ini juga boleh kan," pungkasnya.

Selain tokoh agama Islam, Jokowi juga mengundang 46 anak yatim ke Istana Bogor untuk memperingati Maulid Nabi. Berikut 76 tokoh agama Islam yang diundang:

1. KH. Mustofa Abdullah bin Nuh, Ketua Umum MUI Kota Bogor

2. Gus Turmuji

3. KH. Hotimi

4. Ust. Dzulkarnaen

5. KH. Ade Sarmili

6. KH. Tavip Budiman

7. KH. Mahir MS

8. KH. Mahfud Hidayat

9. Ust. SahiduI Burhan

10. Ust. Badri

11. KH. Wahid Mubarok

12. H. Ahmad Fathoni

13. Gus Taqiyudin

14. KH. Fuad F F

15. KH. Ade Mulyana

16. Ust.KomaIIudin.S.Pdi

17. KH. Ahmad Supardi

18. KH. Ubaidillah

19. KH. Junaidi

20. Abdul Rahmat Saleh

21. Iyan Suryana

22. KH. A. Burhanudin

23. KH. Sofyan Siddiq

24. KH. Agus Fauzan

25. KH. Taufik Hudorib

26. KH. Ahmad Mukri Aji, Ketua MUI Kabupaten Bogor

27. KH. Sanusi Azhari

28. KH. Cucun Sunan Nasa'I

29. H. Eko Romli Wahyudi

30. KH. Warnudin Kab

31. KH. Burhanuddin

32. Irfan Awaludin

33. Saepudin Mukhtar

34. KH. Zen Fatah Harun

35. KH. Ahmad lbn Athoillah

36. KH. Aim Zaimuddin

37. KH. Taqiyudin Basri

38. KH. Khaerul Anwar

39. KH. Abdullah Mubarok

40. KH. Mutashim Billah

41. Ahmad Maksudi

42. KH. Saifuddin Zuhri

43. KH. Rohmatullah

44. KH. Nur Ali

45. KH. Luwnan Hakim

46. KH. Syafrudin Amin

47. H. Mahmudin

48. KH. Husen Soleh

49. KH Saarih

50. KH Sirojudin

51. H. Asnawi

52. KH. Abudin Somad

53. KH. Harirudin

54. KH. Zainudin Masum Ali

55. KH. Muh. Yusuf

56. KH. Burhanudin Marzuki

57. KH. Moh. Abdul Mujib

58. KH. Kurtubi Nafis

59. KH. Deden Abdurahim

60. KH. Moh Rais

61. Dadang Hamdani, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bogor

62. Ansharollah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor

63. KH. Abidin

64. KH. Ali Sibromalisi

65. KH. Romdon

66. KH. Oman Abdurahman

67. KH. Abdul Gopar

68. KH. Iwan

69. KH. Ahmad Ikrom

70. KH. Amirulloh

71. KH. Adi Eris

72. KH. Wildan

73. KH. Romli

74. KH. Wawan Sufyan

75. KH. Muhammad Nur

76. Ust. Jaja Sujai

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP