Jokowi Minta Kepala Daerah: Keterisian Tempat Tidur di RS harus di Bawah 50 Persen

Selasa, 18 Mei 2021 18:59 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi Minta Kepala Daerah: Keterisian Tempat Tidur di RS harus di Bawah 50 Persen Kunjungan Jokowi di Indramayu. ©2021 Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/editorial Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur harus di bawah 50 persen. Sebab saat ini Jokowi mengatakan keterisian tempat tidur di seluruh rumah sakit secara nasional berada pada posisi 29 persen.

"Target kita sekarang harus di bawah 50. Ada yang masih di atas 50. Karena BOR nasional kita sekarang ini keterisian rasio keterisian tempat tidur yang ada di rumah sakit secara nasional sekarang ini kita di posisi yang baik yaitu 29 persen," kata Jokowi saat memberikan pengarahan secara virtual kepada kepala daerah se-Indonesia dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5).

Walaupun demikian dia pun mewanti-wanti ada beberapa provinsi yang BORnya masih 29 persen. Tetapi dia juga mengatakan ada beberapa daerah BORnya masih 50 persen.

"Ini tolong semua Gubernur, Bupati, Walikota tahu angka-angka ini. 3 provinsi hati-hati Sumatra Utara BORnya 56 persen, Kepri BORnya 53 persen, Riau Bornya 52 persen. Kalau yang masuk ke runah sakit banyak artinya memang harus hati-hati, super hati-hati," ungkapnya.

Sementara itu Jokowi juga meminta kepala daerah jika kekurangan obat-obatan segera melaporkan kepada Menteri Kesehatan. Sehingga bisa teratasi dengan baik.

"Kalau obatnya kurang berarti telepon Menkes untuk dikirim obat apa. kalau vaksin masih punya kemampuan untuk disuntikkan terutama bagi lansia, vaksinnya gak ada, telepon Menteri Kesehatan," bebernya. [ded]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini