Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Warga yang Tolak Renovasi Gereja di Karimun

Rabu, 12 Februari 2020 16:34 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Warga yang Tolak Renovasi Gereja di Karimun Joko Widodo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti penolakan renovasi pembangunan Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, yang ditolak oleh sekelompok warga. Jokowi menegaskan, bahwa negara Indonesia menjamin kebebasan beragama.

"Ini masalah intoleransi, saya kira sudah berkali kali saya sampaikan bahwa konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat seusai kepercayaannya. Jelas konstitusi kita berikan payung kepada seluruh rakyat," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2).

Kepala negara pun sudah memerintahkan Menkopolhukam Mahfud MD dan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menjamin terlaksananya kebebasan beribadah dan menindak tegas kelompok atau masyarakat yang mengganggu.

"Sesuai dengan jaminan konstitusi yang saya sampaikan. jangan sampai intoleransi itu ada," tegas Jokowi.

1 dari 1 halaman

Dia menambahkan, bahwa mestinya pemerintah daerah bisa menyelesaikan masalah tersebut. Tapi, Jokowi melihat tidak ada langkah yang diambil untuk menyelesaikan konflik tersebut.

"Saya perintahkan Menkopolhukam dan Kapolri tegas ini harus diselesaikan. Baik yang berkaitan dengan gereja di Karimun Tanjung Balai, atau masjid yang ada di Minahasa Utara. Harus dirampungkan karena jadi preseden yang tidak baik dan bisa menjalar ke daerah lain," tutupnya.

Untuk diketahui, pembangunan bangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, terpaksa dihentikan karena penerbitan izin mendirikan bangunannya digugat oleh sekelompok warga. Nasib kelanjutan pembangunannya baru bisa diputuskan setelah ada putusan pengadilan. Warga juga sempat menghendaki gereja tersebut direlokasi dan dijadikan cagar budaya. [eko]

Baca juga:
Polisi Tangkap Pembakar Alquran di Alun-alun Pemalang
Kesaksian Pria di Garut Nekat Injak Kitab karena Takut Kehilangan Pacar
Polisi Sebut Pria di Garut Injak Kitab bukan Alquran, Motif Diminta Pacar
Viral Foto Injak Alquran Diduga di Garut, Polisi Lakukan Pendalaman
Perobek Alquran di Tasikmalaya Ditetapkan Sebagai Tersangka Penodaan Agama
Polisi Amankan Pria di Tasikmalaya Diduga Pelaku Perobekan Alquran

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini