Jokowi minta guru perhatikan murid agar tak dididik medsos
Merdeka.com - Presiden Jokowi berpesan agar para murid di Indonesia tidak dididik oleh media sosial (medsos). Pesan ini disampaikan Jokowi dalam sambutannya saat membuka Rakorpimnas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Hotel Sahid Jaya, Sabtu (22/7).
"Jangan sampai anak kita dididik oleh medsos. Dididik oleh perubahan yang merusak karakter. Perubahan memang tidak bisa kita tolak. Tapi para guru harus mengisi perubahan. Perubahan bisa kita kendalikan dan menangkan," kata Jokowi.
Jokowi mengingatkan, peran guru bukanlah semata profesi saja. Guru, lanjutnya, juga mengemban tugas profetik, tugas dalam menjalankan misi untuk menyadarkan dan mengajak peserta didik pada kebenaran serta kebaikan.
"Jangan sampai anak diisi oleh medsos. Jangan pula anak diisi oleh smartphone atau gadgets yang isinya macam-macam. Guru harus mengambil peran dalam perubahan," ujarnya.
Jokowi menerangkan, para guru bangsa telah menitipkan amanah kepada guru di masa kini. Masyarakat, sambung Jokowi, juga menitipkan amanah kepada para guru untuk mendidik anaknya.
"Kita semua menitipkan amanah pada guru. Guru harus bisa memupuk, memelihara dan membentuk karakter anak didik kita. Agar muncul jiwa mulia. Penuh kejujuran, moralitas, dan budi pekerti yang baik," pungkas Jokowi.
Dalam kunjungannya ke Yogyakarta, selain membuka Rakorpimnas PGRI, Jokowi juga menjadi pembicara di Kongres Pancasila IX yang diadakan di UGM. Jokowi juga menyempatkan diri untuk meletakkan batu pertama pembangunan museum Muhammadiyah di Universitas Ahmad Dahlan.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya