Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi ajak santri teladani semangat jihad KH Hasyim Ashari

Jokowi ajak santri teladani semangat jihad KH Hasyim Ashari Jokowi. ©2016 merdeka.com/idris

Merdeka.com - Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) Ke-7 Tahun 2016 di Stadion Maulana Yusuf, Cicere, Serang, Provinsi Banten, Sabtu (22/10) malam. Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 19.35 WIB.

Saat memberikan sambutan, Jokowi mengajak seluruh santri yang hadir untuk merefleksi kembali semangat pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Hasyim Ashari. Kiai kelahiran Jombang, 10 April 1875 itu salah satu tokoh pejuang Tanah Air yang memiliki semangat kemerdekaan yang tinggi.

"71 Tahun lalu, ketika Kiai Hasyim Ashari menyampaikan resolusi jihad yang mampu membakar semangat para santri untuk melawan penjajah. Dengan resolusi jihad itu para santri berjuang bersama sama dengan elemen bangsa lain membela tanah airnya sampai titik darah penghabisan," ujar Jokowi.

Berkat resolusi Kiai Hasyim Ashari, kata Jokowi, sejarah mencatat bahwa para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Meski resolusi itu terjadi pada 71 tahun lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajak para santri untuk terus mempertahankan semangat kemerdekaan yang dititipkan kian pendahulu.

"Setelah 71 tahun berlalu, api semangat jihad itu tidak boleh padam, api semangat jihad harus menjadi bagian penting dalam membentuk semangat kemerdekaan, semangat kebangsaan, semangat keindonesiaan para santri di seluruh penjurit tanah air," ucapnya.

Api semangat jihad, lanjut dia, harus terus hidup di dada para santri untuk berjuang menghadapi tantangan-tantangan baru di era kemerdekaan. Selain itu, semangat jihad para santri harus dinyalakan untuk menghadapi kemiskinan, kebodohan, dan ketimpangan sosial.

"Bangsa kita adalah bangsa yang besar, untuk menjadi bangsa besar yang diperhitungkan oleh bangsa lain di dunia, kekuatan kita bukan semata-mata jumlah penduduk yang besar ataupun kekayaan alam yang berlimpah. Tapi kekuatan kita sebagai bangsa adalah sesungguhnya semangat jihad kebangsaan, semangat cinta tanah air yang telah diwariskan para ulama pendahulu kita," sambung Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini menuturkan, di era globalisasi sekarang ini, mewarisi semangat jihad itu tentu menghadapi banyak tantangan. Namun, dia berharap, para santri bisa mengasah semangat jihad dengan berlomba-lomba meningkatkan kemampuan diri di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, maupun di bidang olahraga.

"Serta tak lupa membangun kepribadian bangsa dengan mengarahkan seni dan budaya. Itulah jihad kebangsaan untuk menjadi bangsa yang tangguh, bangsa yang produktif, bangsa yang membangkitkan semangat pantang menyerah. Saya yakin dengan bekal semangat itu kita akan semangat optimis dalam menghadapi segala hambatan dan tantangan untuk menjadi bangsa pemenang," tuntasnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP