Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berencana menginvestasikan dana haji untuk perhotelan, transportasi dan katering di Arab Saudi. Penjajakan telah dilakukan dan rencananya investasi akan dimulai tahun depan.
Namun, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengusulkan, dana haji diinvestasikan di bidang infrastruktur di Indonesia.
Wapres JK mengatakan, BPKH bisa melakukan investasi bukan hanya pada bidang urusan haji, tapi juga bidang lainnya. Karena menurutnya, jika investasi dilakukan di bidang perhotelan, transportasi dan katering di Arab Saudi, itu hanya bisa dimanfaatkan selama tiga bulan saat musim haji.
"Ini yang harus serius dibicarakan, investasi jangka panjang apa yang bisa dilakukan," ujarnya saat membuka rapat kerja BPKH di auditorium Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/12).
Dia mengingatkan, puluhan tahun silam juga pernah dilakukan investasi dana haji dengan membeli kapal. Namun kemudian rugi karena kapalnya hanya dipakai dalam waktu tiga bulan.
Dia juga mengingatkan, jika dana yang dikelola BPKH diinvestasikan dalam bentuk deposito, maka akan kalah dari inflasi. Menurutnya dana haji bisa digunakan untuk membangun jalan tol atau juga membeli lahan sawit di Sumatera.
"Investasi harus lebih hati-hati. Kalau pengalaman kita investasi jangka panjang akan menambah terus. Dana haji bisa untuk beli kebun sawit di Sumatera, tol, atau listrik. Semua bisa," jelasnya
BPKH, kata JK, adalah lembaga keuangan atau bisnis, bukan lembaga agama sehingga pimpinannya pun bukan dari kalangan kiai. Karena itulah menurutnya BPKH harus berani berinvestasi.
"Jadi intinya ialah bagaimana memanage dana yang besar ini agar tidak tergerus oleh inflasi dan nilai tukar," jelasnya.
"Kenapa ini Ketuanya Pak Anggito, bukan kiai atau ustaz siapa, gitu kan. Jadi memang ini didesain untuk dipimpin oleh pimpinan yang berani berinvestasi," lanjutnya.
Menanggapi usulan Wapres JK, Kepala Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu mengatakan, pihaknya akan mengkaji seluruh usulan investasi. Saat ini yang sedang direncanakan ialah investasi perhotelan, tranportasi dan katering di Arab Saudi. Pembicaraan dengan pihak Arab Saudi juga telah dilakukan.
"Kita akan mengkaji seluruh kemungkinan dari pilihan pilihan investasi. Kita terima (usulan Wapres JK) sebagai masukan," kata Anggito.