Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jenglot yang ditemukan dekat makam keramat berbau anyir & bertaring

Jenglot yang ditemukan dekat makam keramat berbau anyir & bertaring Jenglot di Surabaya. ©2015 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Jenglot yang ditemukan warga Jalan Kyai Toha, Kelurahan Prapen, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur, memiliki kulit mirip kodok. Bahkan, baunya anyir seperti bau darah.

Menurut warga sekitar, jenglot yang ditemukan Sugiono, warga Jalan Kyai Toha, di dekat punden Mbah Ibu Zakariyah itu, kondisinya kedua tangan bersedekap (menyilang) di depan dada. Kedua kelopak matanya cekung ke dalam.

Makluk kecil mirip manusia itu, juga memiliki rambut putih panjang melebihi tubuhnya. Panjang rambutnya sekitar 15 centimeter. Kuku jari tangan dan kakinya panjang serta memiliki dua taring di bagian depan giginya.

Tapi, sejak ditemukan di sebelah Makam Mbah Ibu Zakariyah, yang konon dikeramatkan warga sekitar, hingga saat ini, warga masih sangsi kebenaran makhluk itu adalah jenglot yang memiliki kesaktian seperti cerita yang berkembang selama ini.

"Saya sendiri masih sangsi. Itu benar jenglot atau bukan. Sejak ditemukan pagi tadi, posisi kedua tangannya masih bersedekap di depan dadanya," ucap Umar, warga Jalan Kyai Abdullah yang sempat ikut melihat jenglot tersebut, Jumat (8/5).

Namun, meski banyak warga yang sangsi, untuk mengobati rasa penasarannya, mereka tetap ingin melihat wujud makhluk yang kini ditaruh di Masjid Al Istiqomah tersebut. Jenglot itu, disimpan di sebuah kotak kaca. Bagi warga yang ingin melihat, diminta sumbangan Rp 2 ribu untuk pembangunan TPA Al Istiqomah.

"Kemungkinan, itu (jenglot) ada yang naruh di makam. Apalagi di Makam Mbah Ibu Zakariyah itu kan dikeramatkan sama warga sini," kata salah satu warga yang lain menduga-duga.

Sementara itu, Sugiono, sang penemu Jenglot juga sempat menyatakan keragu-raguannya. Namun, agar tidak menimbulkan masalah, Sugiono mengaku langsung menyerahkan jenglot tersebut ke takmir masjid usai menemukannya di dekat Makam Mbah Ibu Zakariyah.

"Kata orang, itu memang jenglot. Benar apa enggak saya enggak tahu. Katanya sih, kalau jenglot palsu, kulitnya terbuat dari kulit kodok dan biasanya ditaruh di tempat angker. Langsung saya titipkan ke Masjid Al Istiqomah, soalnya saya juga masih merinding sampai sekarang," katanya lagi. (mdk/efd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP