Jenderal Gatot: Jangan tinggalkan saya, saya adalah prajurit Komando

Kamis, 7 Desember 2017 18:40 Reporter : Ronald
Gatot Nurmantyo bertemu prajurit Kopassus. ©2017 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyambangi Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, siang tadi. Dalam kunjungannya, Gatot bertemu sekaligus berpamitan ke ratusan prajurit Kopassus karena akan pensiun dari TNI dan digantikan oleh Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.

Kepada para prajurit Kopassus, Gatot menyatakan meski nanti pensiun, bukan berarti dirinya tak siap menerima tugas.

"Walaupun saya sudah purnawirawan, jangan ragu ragu apabila ada tugas yang menantang. Jangan tinggalkan saya. Saya adalah prajurit Komando," ujarnya di lokasi, Kamis (7/12).

Gatot mengatakan, situasi ke depan tidak mudah dihadapi. Apalagi Indonesia akan memasuki tahun-tahun politik, yakni pilkada serentak pada 2018 dan pileg serta pilpres pada 2019. Karenanya dia mengingatkan agar TNI netral.

"Dengan cara wajar ataupun dengan tidak dengan cara wajar. Ingat TNI harus netral. Tidak ada kata lain," ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar Polri juga bersifat netral dalam menyambut Pilkada dan juga Pilpres 2019.

"Perintah Presiden bahwa TNI-Polri politiknya adalah politik negara. Semua didedikasikan semua untuk keutuhan NKRI. Insan-insan yang patuh terhadap hukum, mementingkan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun dan taat kepada atasan. Atasanmu Danjen Kopassus di sini, atasannya lagi KSAD, atasannya lagi Panglima TNI dan atasnya Presiden RI yang dipilih secara sah oleh konstitusi," jelasnya.

Gatot mengaku telah meminta bantuan kepada Polri untuk mengingatkan jika nanti di tahun politik ada anggota TNI apapun pangkatnya terindikasi tidak netral. Karenanya dia meminta prajurit TNI tidak tersinggung jika nanti ditegur polisi.

"Jadi suatu saat kalau Anda ditegur oleh polisi jangan tersinggung. Itu permintaan saya kepada Kapolri. Mengapa demikian? Tonggak negara dua ini harus kuat. TNI Polri harus kuat," katanya.

"Begitupun juga sama, kalau kalian melihat ada polisi tidak netral samperin dengan sopan dan sampaikan. Saya diperintahkan Kapolri melalui Panglima TNI Kapolri minta bantuan apabila ada anggota Polri tidak netral tolong ingatkan. Tujuannya agar pesta demokrasi berjalan kondusif, tenang dan tidak ada riak," katanya. [dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.