Jelang Pilkada Serentak, Bawaslu serukan 'Tolak Politik Uang dan SARA'

Rabu, 14 Februari 2018 20:32 Reporter : Moh. Kadafi
Pebaikan Gedung Bawaslu. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menyerukan slogan 'Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA' jelang perhelatan Pilkada Serentak 2018. Slogan tersebut praktis mengingatkan kembali kepada para pasangan calon agar tidak berpolitik uang dan bernuansa SARA guna menarik suara.

Koordinator Divisi Hukum Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah platform sosial media seperti Facebook, Instagram, Whatsapp, Twitter dan sebagainya.

"Terkait di sosial media, ada kewajiban bagi setiap calon untuk menyerahkan daftar akun sosial medianya, dan akun sosial media itu akan diawasi. Tapi sepanjang sejarah Pemilu politik identitas itu bukanlah akun resmi tetapi akun-akun yang tidak resmi. Maka untuk mengantisipasi akun-akun yang tidak resmi itu Bawaslu bekerjasama dengan Platform baik, Facebook, Instagram Whatsapp, Twitter dan sebagainya," ucapnya di Denpasar, Rabu (14/2).

Menurut Siregar, apabila ada konten-konten negatif Bawaslu akan langsung menindak dengan menggandeng tim cyber crime Kepolisian.

"Mulai hari ini sudah dilakukan, kita sudah menandatangani MoU dengan Kemenkominfo dan seluruh Platform yang ada di Indonesia. Kita memiliki tim Cyber di Bawaslu apabila nanti menemukan konten-konten negatif dan setelah kita kaji, ada konten negatifnya itu kami tidak lanjuti," tutupnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini