Jelang Natal, Polisi Sisir 16 Gereja di Solo
Merdeka.com - Menjelang perayaan Natal 2018, jajaran Polresta Surakarta dan Tim Gegana Detasemen C Pelopor Polda Jateng menyisir 16 gereja besar di Solo, Sabtu (22/12). Penyisiran juga dilakukan di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Jalan Arif Rahman Hakim No 49, Tegalharjo, Kepatihan, Solo, yang menjadi korban teror bom bunuh diri tahun 2011 silam.
Selain Gereja Kepunton Tim Gegana juga melakukan sterilisasi 2 gereja yang dianggap rawan serangan teror, yakni Gereja Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan, Jebres dan Gereja Elsaday di Banjarsari. 13 gereja lainnya mendapatkan giliran berikutnya. Sterilisasi dilakukan dengan menggunakan metal detector dan pemeriksaan secara manual.
Kepala Sub Bagian Operasional Kepolisian Resor Solo Ajun Komisaris Polisi Suwandi mengungkapkan, ada sebanyak 16 personel yang ditugaskan melakukan sterilisasi 16 gereja masuk kategori rawan serangan terorisme saat perayaan Natal 2018 di Solo.
"Ada 3 gereja rawan aksi teror yang kita periksa di antaranya Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres," katanya ditemui di lokasi.
Pihaknya membagi personel menjadi 4 tim untuk melakukan sterilisasi 16 gereja rawan serangan terorisme. Enam personel tim jihandak dilibatkan dalam sterilisasi gereja tersebut. Menurutnya, sterilisasi dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur. Sementara itu ditetapkannya 16 gereja rawan tersebut berdasarkan analisis internal.
"Pertimbangan lainnya lokasi gereja berada di pinggir jalan Raya, kemudian jumlah jemaat ribuan dan pernah jadi sasaran terorisme," katanya.
"Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton kan pernah jadi sasaran bom bunuh diri pada 2011. Makanya kita lakukan sterilisasi untuk mengantisipasi serangan terorisme," sambungnya.
Staf Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Widio Hermawan mengatakan jumlah jemaat gereja ada sebanyak 4 ribu orang. Untuk Natal kali ini pihaknya melibatkan petugas satpam gereja dan dibantu anggota Kepolisian Resor Solo. Selain itu juga dipasang 35 CCTV.
"Pengamanan internal dibantu polisi. Kalau CCTV Ini untuk mengantisipasi serangan teror yang menyusup sebagai jemaat gereja. Pengalaman bom bunuh diri 2011 kami jadikan pelajaran untuk memperketat pengamanan gereja," ucapnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya