Jelang Asian Games, tumpukan sampah penuhi jalan di Palembang
Merdeka.com - Menjelang Asian Games yang tinggal tiga pekan lagi, tumpukan sampah masih memenuhi jalanan di Palembang. Pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) tertunda karena mobil pengangkut banyak rusak.
Pantauan merdeka.com, sampah memenuhi pinggiran Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Jumat (27/7). Di kawasan itu, sampah rumah tangga dibiarkan berada di tempat pembuangan sementara berhari-hari hingga menimbulkan bau menyengat.
Penampakan yang sama juga terjadi di tepian Jalan Kolonel Ahmad Badaruddin, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil. Banyaknya sampah membuat menyebar sampai ke badan jalan yang mengganggu pengendara.
Menurut warga, beberapa pekan terakhir jarang terlihat petugas kebersihan mengangkut sampah. Alhasil, sampah semakin menumpuk karena tak ada alternatif warga membuang sampah ke tempat lain.
"Dulu setiap hari ada truk yang mengangkut, sekarang paling dua atau tiga kali saja seminggu. Sudah menumpuk banyak baru diangkut," ungkap Anita (36), warga Bukit Kecil Palembang.
Menurut warga, Pemerintah Kota Palembang sebaiknya segera mengatasi persoalan sampah karena berpengaruh terhadap keindahan kota saat Asian Games 2018. Sebab, jalanan yang dipenuhi sampah merupakan akses menuju wisata kuliner yang bakal didatangi puluhan ribu tamu asing.
"Bagaimana mau didatangi orang kalau sampah menumpuk dan baunya menyebar kemana-mana. Kami minta segera ditanggulangi," kata dia.
Warga juga berharap pemerintah tidak hanya fokus membenahi dan mempercantik jalan protokol menuju Jakabaring Sport City (JSC) sebagai tempat penyelenggaraan Asian Games.
"Percuma bagus di luar saja tapi dalam kota kotor. Sebagai warga kami malu," kata Eci (27), warga Kelurahan 26 Ilir Palembang.
Pelaksana Harian (Plh) Walikota Palembang, Harobin Mustofa mengatakan, dirinya sudah menginstruksikan petugas kebersihan untuk membuang sampah di seluruh wilayahnya. Bahkan, intensitas pengangkutan ditambah menjadi dua kali sehari.
"Sudah dikerjakan petugas lapangan, sampah-sampah dipungut sampai bersih. Waktunya juga ditambah, sehari dua kali," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palembang, Faizal mengaku tak bisa maksimal mengangkut sampah dari TPS menuju TPA. Hal ini disebabkan armada pengangkut sampah yang berjumlah 105 unit banyak yang rusak.
"Lagi pula jumlah armada belum ideal dengan jumlah penduduk, mestinya kebutuhan kita 250 unit. Tapi kita maksimalkan yang ada dulu sambil menunggu tambahan armada," pungkasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya