Jelang akhir masa kampanye, Polri minta hindari aksi anarkis
Merdeka.com - Pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 tidak lama lagi akan digelar. Masa kampanye pun otomatis akan berakhir. Di akhir-akhir masa kampanye, Polri berharap warga tetap menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari aksi-aksi yang merusak.
"Kita juga menginginkan kepada sisa akhir dari proses kampanye pemilu ini berjalan degan lancar. Dan kita harapkan tidak ada aksi-aksi anarkis," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Jakarta, Senin (30/6).
Menurut Boy, proses menjelang Pilpres diharapkan berjalan lancar. Kegiatan pengamanan logistik yang dilakukan Polri sudah dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan pihak KPU.
"Diharapkan tuntas sampai dengan pada pelaksanaannya," ujarnya.
Boy melihat dalam periode akhir masa kampanye, terkadang ada simpatisan yang dikhawatirkan akan mengundang bentrok dua kubu. Oleh karena itu kepolisian mengimbau agar masyarakat tidak mudah tersulut emosinya dalam berkampanye.
"Kita tahu masyarakat kita ini heterogen (terkelompok) mereka sebagian ada yang memberikan dukungan salah satu capres-Ccwapres tentu. Kita berharap tidak sampai berdampak pada hal-hal yang mengganggu jalannya acara Pilpres," pintanya.
Proses damainya acara pesta demokrasi, lanjut Boy, merupakan bagian dari keinginan rakyat Indonesia semua. Sehingga Pilpres seharusnya dapat berjalan dengan kondusif. Begitu juga Pilpres ini diharapkan bisa sukses juga secara yuridis dan aspiratif.
Sukses yuridis yakni rangkaiannya itu sesuai degan hukum-hukum yang mengatur terkait proses Pemilu itu sendiri, dan penegakan hukum harus berjalan sesuai hukum yang ada.
Sementara sukses aspiratif yakni seluruh masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih tetap dapat mengunakan hak pilihnya secara masif.
"Artinya masyarakat itu benar-benar aktif dan berpartisipasi dalam menentukan hak pilihnya, jadi itulah yang diharapkan," tutupnya. (mdk/cza)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya