Jejak Penusuk Wiranto Selama Diintai Densus 88

Jumat, 11 Oktober 2019 18:54 Reporter : Merdeka
Jejak Penusuk Wiranto Selama Diintai Densus 88 Wiranto diserang pria berpisau. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membeberkan tindak-tanduk SA alias Abu Rara selama dimonitor Densus 88 Antiteror. Dedi menyebut, jejak Abu Rara di Malaysia masih buram.

"Jejak di Malaysia belum ke deteksi," kata Dedi di Mabes Polri, Jumat (11/10).

Dedi mengatakan, Densus 88 Antiteror mendeteksi Abu Rara sejak berada di Sumatera hingga ke Bogor.

"Sebelum ke Bogor sempat singgah di Kediri. Selanjutnya ke Bogor, di sana ada penghubungnya inisial AS untuk bertemu dengan Abu Zee. Setelah itu menikah, dan pergi ke Menes," kata dia.

Dedi menjelaskan, pertemuan Abu Rara dengan Abu Zee hanya sekali. Abu Rara pun memilih pergi ke Menes, Pandeglang, Banten. Namun, keduanya berkomunikasi melalui media sosial.

"Hanya sekali berkomunikasi terus dia pergi ke kampung Menes, di Menes ya tentunya belum diketemukan adanya persiapan ataupun bukti secara otentik perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Abu Rara," ujar Dedi.

Densus 88 Antiteror menangkap pimpinan JAD Bekasi, Abu Zee Ghurobah bersama delapan anggotanya pada 23 September 2019. Penangkapan tersebut diketahui oleh Abu Rara.

"Abu Rara merasa takut stres dan tertekan setelah mendengar boleh dikatakan ketuanya dia (Abu Zee) meskipun dia tidak dalam hubungan kelompok aktif di kelompok Abu Zee ini tertangkap, kalau misalnya tertangkap saya khawatir saya akan tertangkap," papar dia.

Dedi mengatakan, penyerang Wiranto bersama dengan istrinya, FA merencanakan teror. Kebetulan, Abu Rara mendengar bahwa ada pejabat yang akan berkunjung ke Alun-alun Menes, Pandeglang Banten.

Dedi menyebut, antara rumah terduga teroris dengan alun-alun jaraknya 300 meter. "Ada kapal mau mendarat, masyarakat berbondong-bondong menuju alun alun. Pelaku tidak tahu siapa tapi sasarannya. Pelaku beranjak menuju alun-alun," ucap dia.

Dedi menerangkan, Abu Rara berbagi tugas dengan istrinya. Abu Rara menyerang Wiranto. Sementara, istrinya menikam polisi yang terdekat.

"Abu Rara menyerang bapak yang turun dari heli, kamu (istrinya SA) langsung menusuk anggota polisi yang terdekat," ucap dia.

Akibat insiden itu, Wiranto dan Kapolsek Menes menderita luka-luka. Saat ini Densus 88 Anti Teror masih memeriksa kedua terduga teroris di Mabes Polri.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini