Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jawaban Panglima TNI film Senyap dan Jagal tak ikut diputar seperti G30S/PKI

Jawaban Panglima TNI film Senyap dan Jagal tak ikut diputar seperti G30S/PKI Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan setiap anggota TNI untuk menonton film Pengkhianatan G30S/PKI. Namun, langkah Panglima itu diminta untuk dibarengi dengan menonton film serupa yang mengambil tema tentang PKI.

Selain Pengkhianatan G30S/PKI, ada film dengan judul 'Senyap' dan 'Jagal'. Kedua film ini dianggap sebagai antitesa dari film G30S/PKI sehingga dinilai bakal adil apabila ikut diperintahkan untuk diputar.

Panglima TNI hanya menginstruksikan setiap prajurit menonton film G30S/PKI. Dua film tersebut tak masuk dalam daftar film yang wajib ditonton. Dia bahkan mengaku tak mengetahui dua film yang dibuat oleh sineas asal Amerika Serikat, Joshua Oppenheimer tersebut.

"Senyap dan jagal saya tidak tahu itu. Itu kan ada badan sensor kemudian dan ada kepolisian ya," ucapnya di Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/7).

Sementara itu, Gatot mengaku, alasannya meminta film G30S/PKI diputar dikarenakan sejak era reformasi, tak ada lagi upaya yang menceritakan tentang pemberontakan PKI seperti yang digambarkan dalam film tersebut. Tujuan pemutaran film, lanjut dia, bertujuan agar tak ada lagi yang melakukan pemberontakan di masa mendatang.

"Kalau orang persepsikan lain ya silakan saja. Otaknya kan beda-beda, saya enggak ada masalah, Saya tidak akan pernah menanggapi itu yang penting saya kerjakan. Saya katakan bahwa kami punya pengalaman buruk," jelasnya.

Selain itu, dia tidak ingin menanggapi bila ada pihak-pihak yang menuding dirinya berpolitik karena meminta pemutaran film G30S/PKI. "Sekarang apa sih yang enggak dipolitisasi, kawin juga bisa dipolitisasi kok. Biarin aja," ungkapnya.

"Terus kalau tidak ada lagi siapa yang menginformasikan? Anak tumbuh dewasa, ada media sosial itu yang diterima, akhirnya tidak sadar nanti, dan sejarah kan cenderung berulang, kalau berulang kan kasihan bangsa ini."

Seperti diketahui, Film Senyap bercerita tentang para pelaku penjagalan terhadap orang-orang yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI) di kawasan Sumatera Utara. Sementara, film Jagal memotret tentang kehidupan adik dari korban penjagalan oleh orang-orang yang mengklaim sebagai anti-komunis.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP