Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jasa Raharja bayarkan santunan para korban tanjakan Emen

Jasa Raharja bayarkan santunan para korban tanjakan Emen Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Dirut PT Jasa Raharja. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - PT Jasa Raharja membayarkan santunan kepada korban meninggal dan luka-luka akibat musibah kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, pada Sabtu (11/2) kemarin. Direktur PT Jasa Raharja, Budi Raharjo Slamet menuturkan, pihaknya langsung bergegas setelah mendapat laporan adanya kecelakaan yang menimbulkan korban di Subang.

Dia memastikan, pembayaran santunan telah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan tentang pembayaran santunan korban kecelakaan lalu lintas. 27 Korban meninggal dalam insiden itu, dari jumlah tersebut, 26 di antaranya adalah warga Kota Tangsel. Sementara untuk korban luka, terdapat 18 orang.

"Satu korban lagi yang merupakan pengendara sepeda motor, telah diberikan kepada ahli warisnya di Karawang," katanya di RSUD Tangsel Minggu (11/2).

Menurut Budi, untuk warga kota Tangsel, pihaknya memberikan dana santunan kematian pada 23 ahli waris. Sementara dua korban meninggal lainnya, saat ini masih dalam proses identifikasi jenazah.

"Kami berikan kepastian jaminan kepada Rumah Sakit agar merawat korban dengan baik untuk kesembuhan korban," cetus dia.

Sementara Kepala RSU Kota Tangsel Suhara Manulang memastikan, sebanyak 16 korban luka-luka telah dibawa ke Tangsel dan satu balita dalam penanganan intensif pihak RS.

"Informasinya satu korban sudah dalam perjalanan tinggal satu korban masih di Subang atas nama balita Elmira," kata Suhara.

Dia memastikan, korban luka akan dilakukan perawatan di Puskesmas Pamulang, Puskesmas Bakti Jaya dan RSUD Tangsel. "Kami lihat berdasarkan lukanya, kalau ringan kami rujuk ke Puskesmas, dan luka berat kami rawat di RSUD, kalau tidak mungkin di RSUD kita bawa ke RS swasta yang ada di Tangsel," bilang dia.

Pemkot Tangsel fokus pengobatan korban luka

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany memastikan pihaknya akan fokus pada pengobatan para korban luka yang masih menjalani perawatan.

"Kami fokus serah terima jenazah dan perawatan korban luka," kata Airin.

Menurut Airin korban kecelakaan itu, adalah bagian dari rombongan anggota Koperasi simpan pinjam (KSP) permata di Pisangan. Mereka berniat melakukan Rapat Anggota tahunan (RAT) di wilayah Lembang, Jawa Barat.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang dia dapat, tiga bus rombongan yang berisi 151 orang itu tidak seluruhnya anggota Koperasi namun terdapat warga lainnya.

"Tidak semua anggota koperasi, ada kader Posyandu dan lainnya karena di Tangsel erat sekali keguyubannya, mereka sekalian rekreasi," kata Airin.

Menurutnya bus yang mengalami kecelakaan adalah rombongan bus yang pertama. Bus tersebut, diketahui berisi 51 orang penumpang, yang didominasi wanita. "Usai rapat anggota di Lembang mereka berangkat lagi ke Ciater kebetulan bus pertama yang penumpangnya banyak daripada bus lainnya, belum sampai tujuan mereka mengalami kecelakaan," kata Airin.

Airin menjelaskan rombongan kedua bus lainnya kini sudah tiba kembali di Tangsel. Selanjutnya terkait penyebab kecelakaan pihaknya belum mengetahuinya. "Belum ada kepastian penyebabnya, Masih menunggu hasil resmi dari Polres Subang," kata dia.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menambahkan, Koperasi Permata merupakan koperasi yang terdaftar dan catatannya baik di bawah pembinaan Dinkop Tangsel.

Menurutnya, Rapat Anggota Tahunan yang digelar adalah kegiatan rutin dilaksanakan hanya saja baru pertama kali menggelar di luar kota. "Rapat rutin dan berpindah pindah tempat baru kali ini di luar Tangsel," kata dia.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP