Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali

Jumat, 10 Mei 2019 01:04 Reporter : Darmadi Sasongko
Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka Kembali Pendakian Semeru. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Jalur Pendakian Gunung Semeru kembali dibuka setelah ditutup sejak 3 Januari 2019. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), selaku pengelola memutuskan membuka jalur pendakian terhitung sejak 12 Mei 2019.

Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie mengatakan minat masyarakat untuk pendakian begitu tinggi. Selain itu berdasarkan pengamatan frekuensi hujan relatif menurun atau tidak ekstrim lagi.

"Maka pengelola memutuskan untuk membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru terhitung pada 12 Mei 2019," kata John Kenedie, Kamis (9/5).

Pembukaan pendakian akan didahului dengan berbagai kesiapan guna memastikan bahwa jalur pendakian layak dan kondusif. Kegiatan persiapan sebelum pembukaan pendakian meliputi pengecekan atau survei jalur pendakian, perbaikan sarana prasarana jalur pendakian.

Selain juga didahului rapat koordinasi dengan stakeholders terkait rencana tersebut, serta dilakukan pelatihan kesiap-siagaan bencana yang diikuti oleh Petugas TNBTS, mitra dan volunteer.

John berharap masyarakat yang ingin mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa itu dapat terwujud dengan terbukanya kesempatan tersebut. Namun pihaknya meminta agar pendaki memperhatikan prosedur yang berlaku.

"Pendaki juga harus mempersiapkan fisik dan mental mengingat pendakian adalah wisata minat khusus," tegasnya.

Pendaki juga diminta menggunakan jalur resmi yang telah tersedia dan ikut juga melestarikan ekologi dengan tidak membuang sampah seenaknya. Pendaki diminta tidak mengganggu flora dan fauna, serta membawa kembali sampah bawaan keluar kawasan.

TNBTS salah satu terfavorit bagi pendaki di Indonesia, karena posisinya sebagai kawasan tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak Mahamerunya. Selain itu karena aksebilitas yang relatif mudah, jalur yang dilewatinya pun memiliki beragam potensi keanekaragaman hayati yang menarik bagi pengunjung.

Sejak 3 Januari 2019, untuk kepentingan pengelolaan kawasan dilakukan penutupan pendakian. Penutupan sebagai bagian dari manamejen pelayanan untuk pengelolaan jalur pendakian dan cuaca yang kurang mendukung, serta pengembalian ekologi kawasan. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini