Jaga keutuhan NKRI, katakan tidak pada terorisme, korupsi dan narkoba

Minggu, 16 September 2018 11:39 Reporter : Didi Syafirdi
Jaga keutuhan NKRI, katakan tidak pada terorisme, korupsi dan narkoba parade bhineka tunggal ika. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Masyarakat diingatkan tidak keliru menafsirkan makna hijrah. Sedikit pun jangan memberikan tempat pada aksi-aksi terorisme. Sangat keliru jika teror dengan kekerasan disebut jihad.

"Karena sejatinya tidak ada jihad dengan cara-cara teror semacam itu. Kita harus mengajak ke jalan kebaikan. Tidak dengan teror, dengan kekerasan," tutur Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi DKI, Ahmad Syafii Mufid dalam keterangannya, Minggu (16/9).

"Kita niatkan bagaimana kita menjadi negara yang maju. Jangan ada lagi di negara kita ini kemiskinan, narkoba, korupsi, terorisme dan sebagainya," tambahnya.

Lebih lanjut, Ketua Komisi Litbang Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan hijrah sebagai momentum untuk menjaga persatuan untuk kepentingan lebih besar. Harus diniatkan bahwa semua upaya ini untuk kesejahteraan baik individu maupun untuk bangsa dan negara.

"Karena kalau individu-individu ini sejahtera maka akan terjadi kesejahteraan terhadap bangsa dan negara yang menjadi cita-cita awal proklamasi kemerdekaan Indonesia," tuturnya.

Menjelang Pemilihan Presiden 2019 mendatang, dirinya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk menjaga perdamaian. Perbedaan pilihan adalah hal biasa. Jangan sampai karena berbeda justru saling mencerca.

"Marilah kita semua menyebarkan kebaikan, berargumenlah dengan baik, jangan dengan model hoaks," tandasnya. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini