Jadi tersangka KPK, Fredrich belum putuskan ajukan praperadilan

Sabtu, 13 Januari 2018 13:55 Reporter : Sania Mashabi
Fredrich Yunadi. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pengacara Fredrich Yunadi, yang juga mantan kuasa hukum kasus korupsi e-KTP Setya Novanto, mengatakan menyerahkan putusan proses praperadilan pada pengacaranya. Menurutnya, penangkapan dirinya anomali karena baru bisa dilakukan setelah dua kali pemanggilan sebagai tersangka.

"Penangkapan itu kan tidak bisa dilakukan. Harus setelah dua kali panggilan. Ini satu kali panggilan aja belum selesai," kata Fredrich usai pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1).

"(Mau praperadilan) Tanya pengacara saya," sambungnya.

Fredrich mengaku, terkait kasus dugaan menghalang-halangi upaya peradilan (Obstraction of justice), dia baru satu kali menerima panggilan dari KPK. Namun, dia tidak bisa hadir. "Saya dapat surat panggilan baru pertama kali," ujarnya.

Di tempat yang sama, Pengacara Fredrich, Sapriyanto Refa masih ingin mempertimbangkan kemungkinan praperadilan. Hal itu akan dia bicarakan dengan Fredrich Senin pekan depan.

"Itu sedang kita pertimbangkan dulu, kemungkinan itu ada, tapi belum pasti yah. Karena hari ini cukup lelah, jadi belum sempat bicara panjang. Waktu kan masih ada, paling tidak Senin lah," ucap Sapriyanto.

Diketahui, Fredrich dan dan Dr Bimanesh dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus merintangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setnov.

Keduanya diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Fredrich juga diduga telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov mengalami kecelakaan.

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.