Jadi tersangka demo anarkis, AM dinonaktifkan sebagai mahasiswa USD
Merdeka.com - Aksi memperingati Hari Buruh yang digelar di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga, Selasa (1/5), berakhir ricuh. Usai kericuhan tersebut 69 aktivis diamankan, dan 12 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Dari 12 orang tersebut salah satunya tercatat sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Menanggapi hal itu, Rektor USD Johanes Eka Priyatma mengakui bahwa tersangka berinisial AM merupakan mahasiswa berstatus aktif.
Eka menuturkan usai ditetapkan sebagai tersangka, pihak kampus pun menonaktifkan status mahasiswa AM. Penonaktifan ini dilakukan hingga ada putusan dari pengadilan.
"Kami menonaktifkan status studi mahasiswa AM. Dengan dinonaktifkannya AM maka dia tidak diberikan kewajiban mengikuti perkuliahan. Alasan kampus menonaktifkan AM agar bisa berkonsentrasi menjalani proses hukum," ujar Eka di Rektorat USD, Jumat (4/5).
Eka menerangkan hingga saat ini pihak USD belum bisa bertemu langsung dengan AM. Hal ini dikarenakan AM masih dalam penahanan di Mapolda DIY. Pihak USD, kata Eka, sudah mengutus Dekan Fakultas Sastra USD untuk ke Mapolda DIY tetapi belum diperbolehkan menemui AM.
Eka menambahkan pihak USD sudah bertemu dengan orang tua dari AM. Orang tua AM, lanjut Eka meminta maaf ke pihak kampus atas apa yang dilakukan anaknya.
"Secara kelembagaan dan resmi USD menyesalkan terjadinya demo (berujung) anarkis. Kami juga menyesalkan salah satu mahasiswa kami terlibat dalam tindakan tersebut. Kami, mewakili seluruh civitas akademik USD meminta maaf kepada semua pihak," pungkas Eka.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya