Jabar disebut rawan konflik, Polda siapkan 21.500 personel amankan Pilkada

Sabtu, 3 Februari 2018 21:03 Reporter : Radeva Pragia Bempah.
Jabar disebut rawan konflik, Polda siapkan 21.500 personel amankan Pilkada Kapolda Jabar Irjen Agung Budi. ©2017 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat sudah memetakan daerah yang rawan konflik dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018.

Wilayah yang berpotensi rawan konflik di Jawa Barat antara lain Kota Cirebon dan Kabupaten Ciamis. Hal tersebut mengingat kedua daerah itu hanya diikuti oleh dua pasangan calon kepala daerah saja.

Kepala Polisi Daerah Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya konflik, pihaknya menerjunkan 21.500 personel yang disebar ke daerah-daerah yang rawan.

"Sebagai pedoman saja, misalkan ada satu daerah yang pasangan calonnya hanya dua pasang saja atau head to head. Ini kan kelompok masyarakatnya terpecah menjadi dua, seperti di Cirebon dan Ciamis. Salah satunya itu," ungkap Agung, usai menyaksikan simulasi pengamanan Pilkada, di kawasan Orchard Walk BNR, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/2).

Agung menyebut, masa kampanye, pemungutan suara, dan perhitungan suara, merupakan tahapan yang memicu kerawanan. Sebab itu, kata Agung, polisi akan lebih meningkatkan pengamanan saat memasuki masa-masa itu.

"Hitung suara cukup rawan karena ada bisa terima ada yang tidak," katanya.

Dirinya menambahkan, dalam pelaksanaan pengamanan Pilkada, polisi juga dibantu oleh anggota TNI dari Kodam 3 Siliwangi sebanyak 2.700 personel yang tersebar di seluruh daerah di Provinsi Jawa Barat.

"Pertimbangan titik rawan lainnya ketika Pilkada sebelumnya terjadi konflik di daerah itu. Persiapan kita pengamanannya lebih maksimal lagi," tutur dia.

Sementara itu, Komandan Resort Militer 061/Surya Kencana Kolonel Inf Mohamad Hasan mengatakan, pengamanan di kawasan Istana Kepresidenan Bogor akan lebih ditingkatkan jika terjadi ekskalasi.

"Protapnya seperti biasa, cuman jika terjadi ekskalasi meningkat lebih jauh akan ada pengamanan lebih di situ (Istana Bogor)," sebutnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini