ISIS sasar Asia Tenggara,DPR minta perbatasan RI-Filipina diperketat
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat informasi Pasukan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) akan membangun kekuatan baru di Asia Tenggara. Anggota Komisi I DPR dari Partai Golkar, Tantowi Yahya menyarankan agar elemen keamanan segera memperketat pengawasan di perbatasan Indonesia-Filipina.
"Jadi pengawasan di perbatasan itu dari infiltrasi orang-orang yang tidak kita kehendaki termasuk ISIS tersebut harus kita tingkatkan," kata Tantowi kepada merdeka.com di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/12).
Tantowi menuturkan, sebenarnya pemerintah harus waspada meskipun tanpa adanya rencana ISIS untuk menyasar Filipina. Sebab, menurut data, ada ratusan warga Indonesia yang menyatakan bergabung dengan kelompok radikal tersebut. Kabarnya, mereka telah kembali ke Indonesia.
"Tanpa ISIS masuk ke Filipina pun kita harus tetap waspada. Kenapa kita harus waspada? Karena ada lebih dari 400 orang Indonesia itu yang ada di situ dan diperkirakan sudah kembali," terangnya.
Pemerintah juga diminta melanjutkan program sosialisasi anti radikalisme guna menangkal doktrin ISIS kepada masyarakat.
"Jadi pendekatan anti radikalisme dan terorisme di Indonesia itu diakui oleh dunia. Karena kita bukan hanya upaya gakkum tapi upaya pencegahan yang sudah kita lakukan. Saya rasa program itu terus berjalan dan akan kita dilanjutkan," pungkas politisi Golkar ini.
Sebelumnya, pasukan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) semakin terdesak dalam perang saudara di Suriah. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebutkan ISIS tengah membangun kekuatan baru di Filipina yang dikabarkan bakal jadi markas Asia Tenggara.
"Bahwa Filipina Selatan tengah diincar oleh ISIS untuk membuat markas kawasan Asia Tenggara," ujar Gatot Nurmantyo dalam acara seminar 'Preventive Justice dalam Antisipasi Perkembangan Ancaman Terorisme' yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (6/12).
Gatot mengingatkan Indonesia perlu mewaspadai ancaman terorisme ISIS ini. Sebab Filipina tak berjarak jauh dari Indonesia. Markas ISIS yang bakal dibangun di Filipina sangat dekat dengan kawasan Poso atau Tarakan, Kalimantan.
"Tempat markas ISIS itu dekat dengan Poso dan Tarakan, sehingga bisa menjadi ancaman Indonesia," imbuhnya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya