Isak tangis keluarga & teman saat jasad Shinta dimasukkan liang lahat

Jumat, 24 Agustus 2018 16:45 Reporter : Darmadi Sasongko
Isak tangis keluarga & teman saat jasad Shinta dimasukkan liang lahat Pemakaman Shinta Putri Dina Pertiwi di Malang. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Jenazah Shinta Putri Dina Pertiwi (26) mahasiswa yang tewas di Jerman akhirnya tiba di rumah duka di Kota Malang. Suasana duka tidak bisa disembunyikan, sejak peti jenazah bersegel itu memasuki Jalan Bandulan Gang 12, Kota Malang.

Umi Salamah, ibunda Shinta, yang sudah dua pekan menanti jenazah putrinya itu terlihat lemas. Seorang perempuan terus mendampinginya, sambil berusaha menenangkan dengan membelai pundaknya.

Umi yang kantung matanya terlihat sembab, tampak duduk di depan peti jenazah. Mulutnya terus bergetar, berusaha tegar, sambil mengucapkan doa untuk almarhumah.

Shinta sekitar 5 tahun meninggalkan keluarganya di Kota Malang guna menempuh ilmu kedokteran di Jerman. Namun begitu pulang hanya tinggal nama, setelah mengalami kecelakaan saat berenang di Danau Trebgaster, Bavaria, Jerman, Kamis (8/8).

Jenazah Shinta sesaat disemayamkan di rumah duka, dan sejumlah keluarga menjalankan salat jenazah. Peti yang tetap bersegel pun langsung dibawa ke masjid terdekat guna disalatkan oleh masyarakat sekitar usai salat Jumat.

Pemakaman Shinta Putri Dina Pertiwi di Malang 2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Jenazah Shinta dimakamkan di TPU setempat dengan diiringi oleh ratusan pelayat. Kerabat dan handai taulan turut mengiringi ke pemakaman yang berjarak sekitar satu kilometer itu.

Suasana haru saat doa dipanjatkan untuk almarhumah di pemakaman dengan dipimpin seorang tokoh masyarakat. Air mata duka terus mengalir di wajah Umi saat mendapat kesempatan menaburkan bunga.

Tampak juga salah seorang teman Shinta yang pingsan dekat pusara korban usai memanjatkan doa.

"Saya sudah ikhlas," ungkap Umi Salamah saat perjalanan pulang usai dari pemakaman, Jumat (24/8).

Umi mengatakan, keluarga masih terus berdatangan memberikan ucapan duka cita. Setiap malam sejak Shinta dinyatakan meninggal dunia selalu digelar doa di rumah. Namun mulai nanti malam hanya keluarga terdekat saja.

"Karena tetangga juga ada yang meninggal dunia, cukup keluarga saja," tegasnya.

Shinta tewas tenggelam di Jerman dan butuh waktu sekitar 15 hari agar jenazahnya dapat dipulangkan ke Tanah Air. Proses autopsi dan administrasi mahasiswa Universitas Bayreuth itu membuat sedikit agak lama.

Shinta yang akan menikah Desember mendatang menempuh pendidikan jurusan kedokteran di Universitas Leipzig, sebelum kemudian melanjutkan konsentrasi pendidikan spesialis forensik di Universitas Bayreuth.

Pemakaman Shinta Putri Dina Pertiwi di Malang 2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Perempuan kelahiran 1 November 1993 itu sebelumnya belajar di SMA 7 Kota Malang sebelum menempuh pendidikan di Jerman. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini