Warga Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi yang tinggal di sekitar Sungai Citarum saat ini dihantui kekhawatiran. Mereka khawatir tanggul Sungai Citarum akan jebol kembali karena intensitas hujan saat ini cukup tinggi.
Terlebih lagi, berdasarkan hasil pengecekan lapangan, terdapat puluhan titik tanggul Sungai Citarum yang dinyatakan kritis dan perlu perbaikan.
Camat Pebayuran, Hanif Zulkipli mengatakan, selain di Kampung Babakan Banten Desa Sumberurip, ada dua lokasi lain titik tanggul yang kritis dan perlu perbaikan. Yakni di Kampung Kedunglontong Desa Bantarjaya dan di Kampung Sayuran Kelurahan Kertasari.
"Saya harap warga Pebayuran bersabar. Karena semua butuh waktu dan proses," katanya.
Berdasarkan survei di lapangan, saat ini terdapat 55 titik kritis tanggul Sungai Citarum yang melintasi Kabupaten Bekasi dan wilayah Karawang. Puluhan titik tanggul kritis itu dinilai perlu segera dilakukan perbaikan.
Namun perbaikan diputuskan hanya untuk 18 titik tanggul Sungai Citarum. Sebanyak 14 titik di antaranya berada di Kabupaten Bekasi dan sisanya di wilayah Karawang.
Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC), Doni mengatakan, perbaikan tanggap darurat akan dilakukan dalam waktu dekat menggunakan geo bag serta memasang dolken. Tujuannya, agar tanggul kritis lebih kuat ketika debit air sungai meningkat.
"Untuk menghilangkan kekhawatiran warga, hari ini kita turunkan material 500 geo bag di Kecamatan Pebayuran. Dan, akan disusul dengan material dolken serta satu alat berat excavator. Perbaikan secepat mungkin," katanya.
Soal perbaikan tanggul jebol di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, kata Doni, sudah melewati masa lelang dan tinggal menunggu masa sanggah. Diperkirakan akan memakan waktu hingga dua minggu pada proses tersebut.
"Mudah-mudahan tidak ada halangan dan bisa dapat segera dilakukan perbaikan permanen di bulan ini," katanya.