Inspirasi dari Bekas Bungkus Kopi

Rabu, 8 Juli 2020 07:31 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Inspirasi dari Bekas Bungkus Kopi Rusti Ningsih. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Rusti Ningsih, warga Ronggowarsito Kampung Depo Indah RT 4 RW 3 Kemijen, Semarang Timur sibuk memilah sampah plastik. Dia biasa bersama sejumlah anak muda mendaur ulang dan mengubah sampah menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomi.

Di tangan Rusti, sampah plastik bekas bungkus kopi diubah menjadi produksi kreatif seperti tas, serta pernak-pernik lainnya.

"Ini bagian dari swadaya warga, untuk sampah kami minta dikumpulkan, sedangkan jenis plastik ini manfaatnya bisa macam-macam. Bisa buat kerajinan tas," kata Rusti Ningsih saat ditemui merdeka.com, Selasa (7/7).

Selain bertujuan meningkatkan ekonomi kreatif warga, program pengolahan sampah daur ulang juga untuk mendukung gerakan penghijauan. Anak muda di sana juga antusias terlibat dalam pembuatan kerajinan daur ulang sampah.

Adapun cara membuat tas dari bungkus kopi ini termasuk ramah lingkungan karena bisa membantu mengurangi sampah plastik. Selain itu, tentu saja hasil dari kerajinan ini bernilai rupiah.

"Proses pembuatan awal tas, kertas plastik yang sudah dipilah diukur dan disetrika. Lalu dianyam sesuai desain tas," ujarnya.

Usai proses menganyam selesai, kembali melakukan penjahitan pada setiap sisi anyaman agar kuat dan diberikan resleting.

Untuk trik marketing, Rusti membiarkan para anak muda di kampung untuk mengenakan. Dengan demikian, mereka secara tidak langsung juga ikut mempromosikan.

"Jadi pemasarannya, ya anak millenial menjadi model bawa tas hasil buatannya sendiri. Banyak yang tertarik dan pesan order untuk dibuat. Satu buah tas dari kami biasanya Rp100.000. tentu model mengikuti trend," jelasnya.

Untuk proses produksi tas, biasanya sesuai orderan. Namun pihaknya juga menyediakan beberapa model tas untuk produk contoh.

Sementara itu Lurah Kemijen, Dwi Wiyana mengatakan kegiatan daur ulang sampah ini sudah berlangsung sejak tahun 2016. "Misal ibu-ibu dan anak muda yang baru lulus sekolah belum dapat kerja bisa isi waktu buat tas dari daur ulang sampah," kata Dwi Wiyana.

Dia mengungkapkan untuk produk daur ulang sampah hasil karya warga ini pernah juga ikut pameran UMKM. Selain itu juga pernah meraih juara dari Pemkot Semarang antarkelurahan untuk kategori Handicraf.

"Juara 3 ramah lingkungan. Kami dorong terus untuk lebih tingkatkan produk yang unik-unik," ungkapnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini