Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini tanggapan Menkes soal peredaran jamu palsu di Banyumas

Ini tanggapan Menkes soal peredaran jamu palsu di Banyumas Nila Moeloek. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemalsuan obat dan makanan masih terus terjadi di Tanah Air. Belakangan, jamu palsu beredar di Banyumas, Provinsi Jawa Tengah.

Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek menegaskan pemerintah sudah berupaya memberantas peredaran obat dan makanan palsu.

"Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) sudah urus semua," ujar Nila di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (21/9).

Menurut Nila, memberantas peredaran obat dan makanan palsu tak semudah membalikkan telapak tangan. Kata dia, langkah yang ditempuh pemerintah membutuhkan waktu.

"Kita pelan-pelan semua, kita rapikan tapi kan tetap berjalan. Tak bisa sekaligus tapi tetap jalan, itu yang kita inginkan," jelasnya.

Nila menambahkan, Presiden Joko Widodo belum memberikan instruksi khusus untuk terkait peredaran obat dan makanan palsu. Namun Nila meyakini Presiden menginginkan agar Indonesia bebas dari peredaran barang-barang palsu.

"Presiden pasti menginginkan hal yang sama," tandasnya.

Sebelumnya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menggerebek pabrik pembuatan jamu palsu yang berada di kawasan Desa Adisana Kecamatan Kebasen Banyumas Jawa Tengah, Selasa (20/9).

Dalam penggerebekan tersebut, petugas BBPOM Semarang menyita empat mesin yang digunakan untuk memproduksi kemasan dan juga jamu yang sudah sekitar setahun berjalan di lingkungan RT 003/RW 10 Desa Adisana. Selain mesin, petugas juga menyita dua truk bahan baku jamu yang akan dicampur dengan beberapa obat keras yang dibuat dalam bentuk serbuk dan kapsul. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP