Kepolisian menangkap sembilan pelaku penculikan dengan modus jual beli mobil di Kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. Korban tiga orang disekap dan disiksa hingga dibaluri balsem
Kasus penculikan dan penyekapan itu sempat viral di media sosial. Video tiga korban tanpa busana dengan badan terluka diminta pelaku saling mengolesi balsam ke tubuh luka tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indardi mengatakan, korban semula berjumlah empat orang. Namun salah satu korban berhasil menyelamatkan diri dari penyekapan usai diculik pada Sabtu (11/10).
"Jadi korban itu sebenarnya empat, nah salah satu korban berhasil melarikan diri kemudian membuat laporan hari Senin tanggal 13 Oktober membuat laporan ke Polda Metro Jaya, kemudian tim langsung bergerak cepat menangkap pelaku dan mengamankan tiga korban lainnya yang videonya viral tersebut," kata Ade Ary kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/10).
Ade Ary menyebut, total terduga pelaku ditangkap kepolisian berjumlah sembilan orang. Sembilan pelaku ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.
"Penahanan atas dugaan peristiwa pidana merampas kemerdekaan orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 333 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun dan juga disangkakan dengan pasal pidana pemerasan sebagaimana diatur di Pasal 368 KUHP dengan ancaman 9 tahun," ujar Ade Ary.
Jenderal bintang satu ini menjelaskan peran dari masing-masing para terduga pelaku. Untuk MAM (41) berperan sebagai koordinator lapangan yang merencanakan dan juga berperan sebagai eksekutor. Kemudian, dia juga menyiksa korban, memeras korban dan juga menyediakan mobil.
Berikutnya NN (52). Pelaku ini berperan sebagai koordinator lapangan. Perempuan ini juga memancing agar korban mau ikut dan memeras korban.
"Tersangka ketiga adalah saudara VS (33) ini perannya menyuruh salah satu tersangka untuk merekam video yang viral, kemudian juga tersangka VS ini menyiksa korban. Kemudian dia juga menjaga korban agar tidak kabur kemudian menyediakan rumah," ujar dia.
Selanjutnya, terduga pelaku berinisial HJE (25) yang ikut menyiksa korban atau sebagai eksekutor dan juga menyediakan rumah. Lalu, S (35) sebagai eksekutor menyiksa korban dan juga menyediakan rumah serta APN (25) berperan merekam video penyiksaan dan berada dalam proses rangkaian membawa korban dari awal.
Kemudian, terduga pelaku lainnya yaitu Z (34) berperan menyiksa korban dan I yang merupakan seorang laki-laki berperan sebagai eksekutor, koordinator lapangan, menyediakan mobil dan menyiksa korban.
"Kemudian yang ke sembilan Saudara MA Ini usianya 39 tahun Perannya menyediakan rumah," paparnya.
Meski sudah mengamankan terduga pelaku, pihaknya hingga kini masih terus mengembangkan perkara tersebut dan hubungan antara tersangka yang satu denga yang lain.
"Apa motif mereka secara pasti, secara fakta hukumnya ini masih dilakukan pendalaman. Mohon waktu, yang jelas kita semua bersyukur rekan-rekan bahwa penyidik sangat cepat berhasil menolong korban," pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan adanya tiga orang tengah duduk berbaris sambil mengoleskan balsem pada tubuh belakang masing-masing orang. Dalam tubuh atau pada bagian punggung itu pun juga terlihat banyaknya luka yang diduga bekas cambukan.
Pada video itu, kejadian tersebut disebutnya terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel) dengan modus jual mobil.
"Trigger Warning. Modus jual mobil, sekelompok pria di Tangsel diduga culik dan siksa korbannya. Sejumlah orang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh sekelompok pria di sebuah rumah di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, pada Sabtu (11/10/2025) dini hari," tulis akun @tangerangbelumtidur_ seperti dikutip merdeka.com, Kamis (16/10).
Dalam akun itu sebutkan, berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa ini bermula saat sepasang suami istri berniat menjual mobil dan bertemu dengan calon pembeli di Jakarta Selatan.
Kemudian suaminya mengajak dua rekan laki-laki untuk menemani, sehingga total ada empat orang di dalam kendaraan tersebut. Namun, usai pertemuan kemudian korban justru dibawa ke sebuah rumah oleh sekelompok pria di wilayah Pondok Aren.
"Di lokasi itu, tiga pria yakni korban mengalami luka akibat disiksa, sementara sang istri berhasil melarikan diri setelah dua hari disekap oleh para pelaku," tulis kembali akun tersebut.
Advertisement