KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ini kecanggihan jet Rafale yang ditawarkan Prancis buat TNI AU

Selasa, 24 Maret 2015 15:52 Reporter : Yulistyo Pratomo
Jet tempur Rafale. ©Reuters/charles platiau

Merdeka.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) tengah gencar mencari pesawat tempur baru demi menjaga kedaulatan udara Indonesia dari penyusupan asing. Pembelian ini dilakukan untuk menggantikan pesawat F-5 Tiger yang sudah termakan usia.

Ada sejumlah jet tempur yang diincar, yakni F-16 Block 52+ Fighting Falcon, Eurofighter Typhoon. Tak hanya itu, pesawat buatan Rusia Sukhoi Su-35 juga masuk dalam daftar belanja TNI AU dalam waktu dekat.

Tak mau ketinggalan, pabrikan Dassault Aviation juga mengincar minat TNI AU untuk membeli alutsista baru tersebut. Usai mengikuti Pameran Kedirgantaraan dua tahunan Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2015, mereka langsung mendatangi Indonesia dan menggelar uji terbang di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Seperti apa kecanggihan yang ditawarkan Dassault Aviation atas Dassault Rafale buatannya itu?



Dassault Rafale didesain bersayap delta dipadukan dengan kanard aktif terintegrasi untuk memaksimalkan kemampuan manuver (+9 g atau -3 g) untuk kestabilan terbang. Maksimal, 11 g dapat diraih jika dalam keadaan darurat. Kanard juga mengurangi laju pendaratan hingga 115 knot.

Dari sisi elektronik, pesawat ini dilengkapi sistem Thales RBE2 berjenis passive electronically scanned array (PESA). Oleh pabrikannya, Thales, alat ini bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap jet tempur lainnya dan dapat mendeteksi secara cepat serta mampu melacak berbagai target dalam pertempuran jarak dekat.

Sebagai pelengkap, sistem radar juga dilengkapi RBE2 AA, berupa active electronically scanned array (AESA. Alat ini memiliki kemampuan deteksi hingga 200 km. Radar ini diklaim sangat andal dalam mendeteksi lawan dan mengurangi perawatan dibandingkan jenis sebelumnya.

Untuk menambah kemampuan supremasi udara, pabrikan juga memasang sejumlah sistem sensor pasif, yakni sistem optik-elektro berupa Optronique Secteur Frontal (OSF), yang terintegrasi dengan pesawat. OSF ini bisa mendeteksi dan mengidentifikasi target-target udara.

Sementara, untuk mendukung penerbangan dipasang modular avionik terintegrasi (IMA), atau biasa dikenal MDPU (data modular processing unit). IMA ini diklaim dapat membantu pilot selama operasi pertempuran berupa data analisis dari seluruh sistem sensor yang terpasang di dalam pesawat.



Rafale juga dilengkapi sistem bantuan-pertahanan terintegrasi bernama SPECTRA, yang bisa melindungi pesawat dari serangan udara maupun darat. Kemampuan ini pernah ditunjukkan dalam sebuah pertempuran di Libya, di mana Rafale dapat melaksanakan misi secara independen untuk menghancurkan alat Pertahanan Udara Musuh (SEAD).

Selain menyerang musuh di udara, Rafale juga mampu menarget musuh-musuh di darat dengan peralatan mereka bernama alat intai Thales Optronics's Reco New Generation dan Damocles electro-optical. Secara bersamaan, kedua alat ini memberikan informasi mengenai posisi target, membuka misi pengintaian dan telah terintegrasi dengan sistem IMA.

Rafale dilengkapi dua unit mesin Snecma M88, mesin ini membuat pesawat ini mampu melesat hingga 1,8 mach atau 1.912 km per jam dengan ketinggian puncak, dan ketinggian rendah 1,1 mach atau 1.390 km per jam. [tyo]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.