Indra Sjafri, pelatih Timnas U-22 Indonesia, menegaskan timnya berbeda dari era Gerald Vanenburg. Pernyataan ini muncul setelah kekalahan 0-3 dari Mali U-22 dalam laga uji coba. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu (16/11).
Kekalahan telak ini menambah daftar panjang hasil kurang memuaskan bagi Garuda Muda. Mereka belum meraih kemenangan dalam tiga laga uji coba terakhir. Tim asuhan Indra Sjafri hanya mampu mencetak dua gol dari serangkaian pertandingan tersebut.
Perbandingan dengan tim Vanenburg muncul karena adanya kemiripan dalam kesulitan mencetak gol. Namun, Indra Sjafri menyoroti perbedaan komposisi pemain. Ia bertekad memperbaiki performa Timnas U-22 jelang SEA Games 2025 di Thailand.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Produktivitas Gol dan Perbandingan Masa Lalu
Timnas U-22 Indonesia di bawah asuhan Indra Sjafri menghadapi tantangan serius. Kekalahan 0-3 dari Mali U-22 menjadi sorotan utama. Hasil ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan dalam tiga laga uji coba terakhir.
Produktivitas gol menjadi masalah krusial bagi Timnas U-22. Mereka hanya mampu mencetak dua gol dari tiga pertandingan. Situasi ini memicu perbandingan dengan tim Garuda Muda sebelumnya.
Tim yang diasuh Gerald Vanenburg juga mengalami kesulitan serupa. Mereka gagal mencetak gol dalam empat dari delapan pertandingan. Bahkan, tim Vanenburg tidak mencetak gol saat kalah 0-1 dari Vietnam di final Piala AFF U-23.
Advertisement
"Iya, tentu tim ini berbeda dengan tim yang kemarin itu," kata Indra Sjafri pada jumpa pers. Ia mengakui adanya kemiripan dalam isu produktivitas. Namun, ia menekankan bahwa ada perbedaan mendasar pada skuad yang dimiliki.
Advertisement
Perbedaan Komposisi Pemain dan Kualitas Lawan
Indra Sjafri menjelaskan bahwa perbandingan dengan tim Vanenburg kurang tepat. Ia menyoroti perbedaan signifikan pada komposisi pemain Timnas U-22 saat ini. Beberapa pemain abroad telah bergabung dengan skuadnya.
"Perbedaan dari pemain-pemain juga. Banyak perbedaan. Ada beberapa pemain abroad yang masuk, yaitu Ivar, Mauro," jelas Indra. Kehadiran Ivar Jenner dan Mauro Zijlstra menjadi faktor pembeda penting. Mereka diharapkan membawa dimensi baru bagi permainan tim.
Pelatih Indra Sjafri juga berpendapat bahwa hasil kualifikasi sebelumnya tidak bisa menjadi ukuran. Ia menegaskan bahwa kualitas lawan di SEA Games akan berbeda. Timnas U-22 harus siap menghadapi berbagai tantangan.
Advertisement
"Yang penting dari tim-tim yang kita lawan yang kualitasnya memang bagus ada berapa hal yang respon dari kita enggak tepat," tambahnya. Ini menunjukkan fokus pada adaptasi dan respons taktis. Timnas U-22 perlu belajar dari setiap pertandingan.
Advertisement
Fokus Perbaikan Menuju SEA Games 2025
Kekalahan dari Mali U-22 dianggap sebagai pelajaran berharga bagi Timnas U-22. Indra Sjafri melihatnya sebagai kesempatan untuk terus berkembang. Tujuan utama adalah tampil lebih baik di SEA Games 2025.
"Yang harus kami perbaiki dari sisi produktivitas juga ada berapa peluang tapi enggak gol, mungkin itu hal-hal yang memang harus kami perbaiki," tegas Indra. Perbaikan dalam penyelesaian akhir menjadi prioritas utama. Timnas U-22 harus lebih efektif memanfaatkan peluang.
Indra Sjafri yakin timnya akan menunjukkan performa yang lebih baik di SEA Games. Keyakinan ini didukung oleh potensi bergabungnya pemain abroad. Selain Ivar dan Mauro, Marselino Ferdinan juga diharapkan bisa memperkuat tim.
Advertisement
"Kalau ditanya presentasi dari pemain yang main tadi, itu hampir dibilang 90-80 persen saya pikir mereka akan atau berhak untuk menjadi skuad tim," ujar Indra. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar pemain yang ada saat ini memiliki peluang besar untuk masuk skuad final. Persiapan terus dimatangkan untuk turnamen di Thailand bulan depan.
Sumber: AntaraNews