Indonesia Merdeka Internet

Senin, 19 Agustus 2019 01:05 Reporter : Hery H Winarno
Indonesia Merdeka Internet Jamalul Izza-Ketua Umum APJII. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Oleh: Jamalul Izza-Ketua Umum APJII

Indonesia merupakan negara kepulauan. Sebanyak 17 ribu pulau yang dimiliki oleh negara ini. Tiada negara kepulauan yang sebegitu besar seperti Indonesia. Sebagai negara kepulauan, segudang pekerjaan berat telah lama menanti. Salah satunya adalah infrastruktur. Mulai dari infrastruktur jalan hingga akses internet.

Dalam tulisan ini, saya akan fokus terhadap isu infrastruktur internet. Berdasarkan survei internet Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018, menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 171,17 juta jiwa dari 264,16 juta penduduk Indonesia.

Angka pengguna internet dari tahun ke tahun memang terus naik. Di tahun 2016, pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta jiwa. Kemudian di tahun 2017, jumlah pengakses internet negeri ini mencapai 143,26 juta jiwa. Hanya saja, kontribusi pengguna internet per wilayah, sejauh ini masih didominasi pulau Jawa disusul Sumatera.

© lynn-library.libguides.com

Survei APJII tahun 2018 memotret keadaan jika Kalimantan, Sulawesi-Maluku-Papua, dan Bali & Nusa Tenggara, masih berkontribusi kecil daripada Jawa dan Sumatera. Kontribusi Kalimantan masih 9 persen untuk total pengguna internet. Kemudian, Sulawesi-Maluku-Papua baru 10 persen. Dan, wilayah Bali & Nusa Tenggara merupakan yang paling kecil kontribusinya yakni 5 persen.

Maka dari itu, ke depan fokus yang harus dilakukan bersama-sama adalah meningkatkan jumlah penetrasi internet untuk 3 wilayah tersebut, Kalimantan, Sulawesi-Maluku-Papua, dan Bali & Nusa Tenggara. Saya berpendapat, 3 wilayah ini akan sangat bisa ditekan lagi jumlah penetrasi pengguna internetnya. Apalagi setelah proyek Palapa Ring selesai pada Agustus 2019 ini.

Palapa Ring ini merupakan proyek besar pembangunan jaringan utama di seluruh wilayah Indonesia untuk bisa terkoneksi dengan internet sekaligus target Rencana Pita Lebar Indonesia 2014 hingga 2019. Nantinya, masyarakat pedesaan bisa menikmati internet dengan kecepatan 10 Mbps dan 20 Mbps bagi masyarakat perkotaan.

Untuk wilayah barat, direntangkan fiber optik bawah laut sepanjang 1.122 kilometer. Di wilayah tengah, bakal digelar serat optik baik darat maupun laut sepanjang 1.676 kilometer. Sementara, di paket wilayah timur, panjang kabel optik sekitar 5.681 kilometer di laut dan darat. Total proyek Palapa Ring ini memiliki nilai investasi sebesar USD300-USD400 juta.

Jamalul Izza-Ketua Umum APJII ©2019 Merdeka.com

Meski optimisme itu ada, masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan setelah rampungnya Palapa Ring ini. Pekerjaan rumah itu adalah menyambung Palapa Ring ke daerah-daerah yang belum memiliki infrastruktur internet. Misalnya saja seperti penyambungan dari titik Palapa Ring ke node (titik) terdekat dengan penyedia jaringan.

Konsep ini tentu butuh kerja sama yang baik dari seluruh stakeholder pemerintah. Baik perusahaan telekomunikasi dan perusahaan Internet Service Provider (ISP). Dengan adanya jalinan kerja sama yang baik, maka potensi-potensi permasalahan klasik dapat diatasi.

Harus diakui, meski nantinya Palapa Ring akan menjangkau sebagian besar wilayah di negeri ini, namun pasti akan ada daerah yang belum dapat terjangkau fiber optic. Maka solusinya adalah menggunakan satelit atau Vsat.

Menurut saya, apa yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla dalam pembangunan infrastruktur internet sudah tepat. Mengutamakan daerah 3T, Tertinggal, Terluar, dan Terdepan. Sama halnya ketika di periode Jokowi dan Ma'ruf Amin, saya berharap dapat terus berupaya menggenjot akses internet daerah 3T. Setelah itu, barulah bergeser ke daerah tengah.

Kendati demikian, penyebaran internet yang akan semakin merata perlu juga diperhatikan dengan isi kontennya. Maksudnya adalah bagaimana kemudian pengguna internet dapat membuat beragam konten yang positif. Tujuannya agar informasi yang mengandung hoaks dapat diberantas, terutama melalui program Internet Bersama (Bersih, Selektif dan Aman).

Terlepas dari itu semua, saya meyakini bahwa meskipun negeri ini merupakan negara kepulauan, semua daerah di Indonesia akan terjangkau internet. Seperti yang selama ini didengungkan, Indonesia merdeka internet!

Tulisan ini pernah dimuat di Buku Merdeka edisi ketiga [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini