Imbas Kerusuhan, Bupati Jayawijaya Buat Larangan Bawa Senjata Tajam Masuk Kota Wamena

Bupati Jayawijaya Atenius Murip bakal memberlakukan pelarangan membawa senjata tajam masuk Kota Wamena.

Richard Jakson Mayor
Oleh Richard Jakson Mayor - Reporter
Imbas Kerusuhan, Bupati Jayawijaya Buat Larangan Bawa Senjata Tajam Masuk Kota Wamena
Polres Jayawijaya memastikan situasi Kota Wamena telah kondusif pasca-kerusuhan usai ibadah syukur pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, aktivitas masyarakat telah kembali normal. (© 2025 Antaranews)

Bupati Jayawijaya Atenius Murip bakal memberlakukan pelarangan membawa senjata tajam masuk Kota Wamena. Dia menilai masyarakat selama terlihat begitu bebas membawa senjata tajam ke Kota Wamena.

"Belakangan ini memang terlihat di dalam Kota Wamena, begitu bebasnya orang berkeliaran dengan membawa alat tajam berupa panah, parang, kampak, pisau ataupun samurai, yang sering kali kita lihat berkeliaran di dalam Kota Wamena," kata Bupati Jayawijaya Atenius Murip di Wamena, Senin (17/3).

Menurut bupati, untuk meminimalisir aktivitas masyarakat yang membawa alat tajam berkeliaran di Kota Wamena, maka pihaknya bakal membuat aturan berupa Perda tentang larangan membawa masuk alat tajam ke dalam Kota Wamena.

"Nanti kita buatkan aturan berupa Perda, yang bertuliskan larangan membawa masuk alat-alat tajam ke dalam kota Wamena, yang dipasang di setiap sudut-sudut dari pintu masuk ke Kota Wamena, seperti di arah Sinakma, Woma, Pike, juga Wesaput. Untuk masyarakat yang dari luar Kota Wamena," ucap Bupati Jayawijaya Atenius.

Pihaknya telah membentuk tim ketertiban dan keamanan kota. Tugasnya setiap hari akan melakukan imbauan dan patroli terkait pelarangan membawa alat-alat tajam berkeliaran didalam Kota Wamena.

Kronologi Kerusuhan

Kerusuhan terjadi saat acara syukuran Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya di Wamena. Kejadian ini menyebabkan enam orang terluka. Dari enam orang terluka tiga di antaranya anggota Polres Jayawijaya yang sedang melakukan pengamanan.

Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo mengatakan, insiden yang terjadi Sabtu sore (15/3) selain menyebabkan enam orang terluka juga mengakibatkan, tujuh mobil dirusak termasuk satu unit truk milik Polres Jayawijaya dibakar.

Insiden yang terjadi di lapangan sepak bola Kama, jalan J.B. Wenas Wamena, Sabtu sore berawal saat aksi saling serang antara kelompok massa yang hadir dalam acara syukuran tersebut. Massa melakukan aksi saling serang dengan melemparkan bebatuan yang ada di lapangan tersebut.

Diduga permasalahan berawal adanya sekelompok orang yang dipengaruhi minuman beralkohol memasuki lokasi bakar batu.

"Tiba-tiba terjadi aksi pelemparan batu dan kayu dari arah areal bakar batu ke arah tengah panggung hingga terjadi aksi saling membalas," kata Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo yang dihubungi dari Jayapura dilansir Antara

Rekomendasi