Imam Besar Istiqlal: Jihad itu untuk 'hidupkan' orang, bukan mematikan orang

Rabu, 16 Mei 2018 20:54 Reporter : Merdeka
Kekhusyukan salat tarawih di Istiqlal. ©2017 merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Memasuki Bulan Ramadan, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar meminta umat Islam semakin memahami makna jihad yang sebenarnya. Hal itu disampaikannya saat ceramah salat tarawih pertama di bulan suci ini.

"Mari kita tidak menyia-nyiakan Bulan Suci Ramadan ini. Lakukan jihad yang paling kuat adalah melawan diri sendiri," tutur Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Meski tidak menyinggung sejumlah peristiwa bom bunuh diri yang terjadi belakangan ini dan sejumlah penangkapan terduga teroris dalam ceramahnya, Nassaruddin menjelaskan bahwa jihad yang sebenarnya adalah memberikan kemaslahatan bagi manusia.

"Bukan jihad yang aneh-aneh. Jihad itu untuk 'menghidupkan' orang, bukan yang mematikan orang. Kalau mematikan orang artinya jauh dari jihad yang sebenarnya," ujar dia.

Nasaruddin berharap umat Islam di Indonesia dapat kembali kepada nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Termasuk dalam pelaksanaan puasa tahun ini, agar tiap-tiap muslim berbenah diri sehingga mendapatkan keberkahan dan setiap amalannya diterima Allah swt.

"Mari di Bulan Suci ini kita kembali ke dalam rel yang sebenarnya," Nassaruddin menandaskan.

Reporter: Nanda Perdanaputra
Sumber: Liputan.com [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini