IDI Aceh Sarankan Ujian Nasional Ditunda Cegah Penyebaran Virus Corona

Senin, 16 Maret 2020 19:03 Reporter : Afif
IDI Aceh Sarankan Ujian Nasional Ditunda Cegah Penyebaran Virus Corona Murid Skh Ujian di Tenda Darurat. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh menyarankan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) ditunda sementara waktu. Penundaan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, terutama di Aceh yang belum ditemukan pasien positif.

Meskipun pemerintah telah menginstruksikan seluruh aktivitas belajar mengajar dihentikan selama 14 hari untuk mencegah penyebaran virus corona, namun pelaksanaan UN di Aceh tetap berlangsung seperti biasa.

Menurut Ketua IDI Aceh, Safrizal Rahman, penundaan itu bagian dari antisipasi secara menyeluruh bagi pelajar, yang sudah diliburkan terlebih dulu oleh Plt Gubernur Aceh.

Hal itu, kata dia juga sesuai saran WHO yang mengeluarkan imbauan bahwa sekolah atau yang usia rentan terpapar corona, untuk dihindari berada di tempat keramaian. Untuk pelaksanaan UN, dia mengharapkan agar ada waktu yang tepat untuk kembali digelar saat semuanya sudah kondusif.

"Kalau problemnya ujian, kita bisa mencari hari lain untuk melaksanakan ujian saat suasana sudah lebih kondusif," kata Safrizal, Senin (16/3).

Dia juga menjelaskan, kebijakan libur sekolah yang paling realistis adalah untuk menghindari kontak sosial. Sehingga dapat meminimalisir penyebaran virus corona yang sudah dinyatakan pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia(WHO).

Tujuan utama diliburkan sekolah dan aktivitas perkantoran lainnya untuk mengurangi angka tertular. Berdasarkan ilmu yang ada sekarang jangka waktu 14 hari masa inkubasi terlama dapat mencegah virus corona.

Bila dalam rentang waktu tersebut tidak terdapat kasus terjangkit virus corona. Maka dapat dipastikan tidak ada COVID-19 di suatu daerah tersebut. Meskipun tetap harus terus dipantau dan diwaspadai penyebaran virus yang mematikan itu.

IDI Aceh mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi virus corona. Yang harus dilakukan adalah mengikuti intruksi pemerintah dalam upaya memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 tersebut.

"Jadi tujuannya yang pertama, mengurangi angka tertularnya. Karena kalau tidak akan semakin ramai, pasti fasilitas-fasilitas di dunia tidak sanggup mengatasinya. Tapi kalau begini, ada 1 atau 2 pasien kita bisa mengatasinya," kata Safrizal.

Kendati sudah diliburkan sekolah, Safrizal mengaku tidak salah kaprah memaknakan libur tersebut. Dia meminta semua menghentikan bepergian ke daerah-daerah terjangkit, apa lagi kalau pergi berwisata. Seperti terjadi di Jakarta saat sekolah diliburkan beramai-ramai pergi ke kawasan Puncak.

"Itu agak salah juga. Lebih baik perbanyak beraktivitas di rumah. Bukan karena libur, anak-anak dikumpulkan terus bermain bersama, itu bukan sesuatu yang bijak," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Partial Lockdown

Safrizal juga telah meminta kepada seluruh anggota IDI di seluruh Aceh agar terus memantau perkembangannya. Termasuk melakukan sosialisasi dan memberikan masukan kepada pemerintah daerah, kapan waktu yang tepat melakukan partial lockdown.

Menurutnya Aceh sekarang belum saatnya menerapkan lockdown atau mengunci alias membatasi akses keluar masuk di wilayah tertentu untuk mencegah sebaran virus.

"Tetapi yang paling realistis memberlakukan parsial lockdown. Jadi parsial lockdown itu tetap ada makanan masuk, tetap ada orang bisa datang tapi dibatasi, aktivitas lebih banyak di rumah saja, ini namanya parsial lockdown. Kalau lockdown total berhenti," jelasnya.

Menurutnya, kebijakan meliburkan sekolah dan aktivitas perkantoran dinilai sudah tepat. Meskipun pemerintah harus ada langkah-langkah kongkrit ke depan dalam mencegah virus corona.

IDI Aceh menilai, menghadapi virus corona ada dua opsi, yaitu menghadapi dan mencegah. Ada 9 provinsi yang sudah ada pasien positif, mereka sekarang harus menghadapi melawan virus corona.

Sedangkan Aceh hingga sekarang belum ditemukan ada yang positif. Maka yang dilakukan pemerintah Aceh sekarang adalah mencegah terjangkit penyebaran COVID-19 tersebut.

"Artinya kita sedikit tertutup, kita kurangi orang datang, kita kurangi lalu lintas yang masuk ke Aceh, itu untuk menghindari. Syukur sejauh ini belum ada yang positif virus corona," tutupnya. [bal]

Baca juga:
Klarifikasi Wali Kota: Tidak Ada Penutupan Akses Keluar Masuk Kota Malang
Mendagri Minta Ekonomi Tetap Jalan Meski Ada Pencegahan Virus Corona
Alasan Sultan HB X Belum Tetapkan Status KLB Corona di DIY
Menteri Teten Lakukan Pendataan Koperasi dan UMKM Terdampak Virus Corona
Pemerintah Ajak Rumah Sakit Swasta Bantu Tangani Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini