ICW: 482 Kasus korupsi rugikan negara Rp 1,4 T di 2016

Minggu, 19 Februari 2017 16:01 Reporter : Ibnu Siena
Aksi hari anti-korupsi. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Indonesian Corruption Watch (ICW) hari ini merilis temuan-temuan mengenai kasus korupsi di Indonesia selama tahun 2016, di kantornya di kawasan Kalibata, Jakarta, Minggu (19/1). Dalam temuan ICW menyebutkan adanya peningkatan penyidikan kasus korupsi di semester I dan II tahun 2016.

Secara keseluruhan kinerja penangan perkara kasus korupsi oleh Aparat Penegak Hukum (APH) selama 2016, ICW menemukan jumlah kasus korupsi sebanyak 482 kasus dengan jumlah tersangka 1.101 tersangka dan nilai kerugian negara mencapai Rp 1,45 triliun rupiah.

Kemudian, perbandingan penyidikan kasus korupsi semester I dan II 2016 terlihat adanya peningkatan penyidikan kasus korupsi dari 202 kasus yang ditangani pada semester 1 menjadi 280 kasus di semester 2.

Aktornya pun meningkat, meskipun tidak signifikan. Pada semester 1, APH dapat menyidik sebanyak 532 tersangka, sedangkan di semester 2 APH mampu menyidik sebanyak 578 tersangka.

Lalu juga soal kerugian negara yang ditemui ICW cenderung menurun dari semester I ke semester II 2016.

"Pada semester I 2016, jumlah kasus yang nilai kerugiannya belum dihitung sebanyak 90 kasus sedangkan ada di semester II ada 52 kasus," kata Wana.

"Nilai kerugian negara memang cenderung menurun. Tetapi, lebih karena kasus yang ditangani oleh KPK, BPK/BPKP selesai dihitung," ungkapnya.

"Pada semester I 2016, jumlah kasus yang nilai kerugiannya belum dihitung sebanyak 90 kasus sedangkan ada di semester II ada 52 kasus.

Kemudian berdasarkan modus, ICW menempatkan penggelapan sebagai kasus terbanyak dengan 124 kasus dan menimbulkan kerugian negara dengan Rp 205 miliar. Meski begitu, faktanya penyalahgunaan wewenang lebih besar merugikan negara.

"Penyalahgunakan wewenang paling banyak rugikan negara, angkanya sampai Rp 401 miliar," terang Wana. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Korupsi
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.