Ibunda ungkap pesan terakhir satu keluarga korban kapal tenggelam di Danau Toba

Rabu, 20 Juni 2018 21:01 Reporter : Abdullah Sani
Ibunda ungkap pesan terakhir satu keluarga korban kapal tenggelam di Danau Toba pencarian korban kapal tenggelam di danau toba. ©2018 REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Pihak keluarga korban tenggelamnya kapal motor kayu Sinar Bangun asal Riau di Danau Toba, Sumatera Utara, masih berpikir positif. Meski keluarga mereka yang menjadi korban ada 3 orang terdiri dari ibu, ayah dan anak, namun tetap menunggu kabar dari pihak berwajib.

"Kami masih menunggu kabar dari tim di sana (Danau Toba)," ujar Turiah saat dihubungi, Rabu (20/6).

Turiah merupakan ibu kandung dari Sri Wahyuni (23), yang menjadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. Sri saat itu menumpang kapal bersama suaminya Yudi Samsudin (30) dan anak balita mereka, Adli Pratama (2).

Satu keluarga itu berasal dari Desa Suka Damai, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Mereka pergi berlibur ke Danau Toba, tidak pamit dengan sang ibunda. Namun dia mendapat informasi bahwa anak dan menantunya menjadi korban kapal itu.

Turiah berharap Basarnas dan tim gabungan penyelamat kapal itu agar menemukan anak menantu dan cucunya. Dia mengaku sudah 3 hari belum mendapat kabar anaknya tersebut.

"Kami dengar kabar itu kaget, karena mereka pergi ke Danau Toba enggak ada bilang-bilang," ujarnya.

Padahal, anaknya pergi ke Sumatera Utara, pamitnya hanya untuk pulang ke kampung halaman menantunya, bukan ke Danau Toba. Dia tak menyangka anaknya bakal pergi ke Danau Toba.

Meski berharap anaknya selamat, namun Turiah ikhlas apapun yang terjadi jika mendapat kabar selanjutnya dari Tim Sar. "Kami sudah pasrah," ujarnya lirih.

Seperti diketahui, lebih dari 190 orang penumpang menjadi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6) pukul 17.30 Wib. Sebagian korban berhasil diselamtkan kapal yang kebetulan melintas, ratusan korban lainnya dinyatakan masih hilang.

Berdasarkan data dari kepolisian, enam di antaranya merupakan warga Riau. Tiga orang warga Kabupaten Kampar yakni, Yudi Samsudin, 30, Sri Wahyuni, 23, Adli Pratama, 2,5 tahun.

Selain itu, dua orang warga Pekanbaru, Tanara Oktavia Napitupulu, 15, dan Lamtama Br Napitupulu, 15. Sedangkan seorang lainnya bernama Nurwanto yang belum teridentifikasi alamat pastinya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini