Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hutan Koebangkangkung, jalur mudik di Cilacap minim penerangan jalan

Hutan Koebangkangkung, jalur mudik di Cilacap minim penerangan jalan Ilustrasi Mudik. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemudik dari arah Jakarta menuju Cilacap atau sebaliknya, diminta lebih berhati-hati saat melintasi jalur hutan Koebangkangkung Kecamatan Kawunganten. Sebab, di area hutan karet ini masih tergolong daerah rawan minim penerangan.

Kapolres Cilacap, AKBP Yudo Hermanto mengatakan berdasarkan pantauan di jalur mudik Kabupaten Cilacap ada dua lokasi yang masuk rawan minim penerangan. Lokasi pertama di sepanjang hutan Koebangkangkung tepatnya di wilayah kecamatan Kawunganten. Selain itu, lokasi lain berada di sebagian wilayah Karangpucung.

"Di beberapa tempat sepanjang jalur mudik ada beberapa lokasi yang memang masih rawan penerangan. Kami sudah antisipasi dengan rambu-rambu peringatan, tanda-tanda imbaun dan sebagainya," kata Yudo saat melakukan pantauan Pos Pengamanan di Wanareja, Rabu (21/6).

Di Koeabangkangkung sendiri, penerangan hutan sudah sejak lama mengalami hambatan jaringan listrik. Aliran listrik terdekat berjarak kurang lebih setengah kilometer. Pemkab Cilacap sempat ada opsi menggunakan tenaga surya, tetapi kondisi wilayah tak memungkinkan mengingat tinggi dan rimbunnya pohon di wilayah tersebut.

Di jalur hutan ini, pengguna jalan juga mesti berhati-hati karena terdapat jalan berkelok tajam. Terutama kelokan di luar jalur keluar hutan arah ke Jeruklegi.

Yudo menambahkan, di wilayah jalur Mudik Cilacap, diperkirakan puncak pelonjakan arus terjadi pada Jumat (23/6) sampai H-1 lebaran. Para pemudik baik pengendara motor maupun mobil diharap berhati-hati saat melintasi jalur rawan.

"Perkiraan puncak mudik berkaitan dengan hari cuti bersama, itu kita perkirakan sebagai arus puncak. Kami selalu waspada jika tiba-tiba terjadi pelonjakan arus," kata Yudo.

Jika nantinya terjadi kepadatan arus, Polres Cilacap sendiri telah membuat tiga tim pengurai kemacetan yang disebar di Wilayah Cilacap Barat, Tengah dan Timur. Tim pengurai ini nantinya akan mengontrol jalur-jalur sempit juga lokasi-lokasi yang tak mudah dijangkau.

"Total personel pengurai 50 anggota. Rinciannya di Timur dan Barat masing-masing 15 personel sedang di tengah 20 personel," ujar Yudo. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP