Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hindari Massa Anarkis, Keluarga Naomi Sembunyi di Mapolres Jayawijaya

Hindari Massa Anarkis, Keluarga Naomi Sembunyi di Mapolres Jayawijaya Naomi, pengungsi dari Wamena. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Naomi (39), warga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa mengungsi bersama Jhon (30) suami serta dua balitanya yang masih berusia 4 tahunan usai kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Keluarga kecil ini tiba di Makassar, Jumat siang (4/10), bersama puluhan pengungsi lain. Setelah istirahat sejenak, dia kembali melanjutkan penerbangan untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

Naomi sudah tujuh tahun menetap di Wamena. Dia bekerja sebagai karyawan swasta. Suaminya, Jhon adalah pria asal Biak, Papua. Saat kerusuhan terjadi, dia menyaksikan banyak orang turun gunung dan pakai seragam anak sekolah membawa parang dan bensin.

"Betul-betul brutal. Sudah dilerai sama TNI dan polisi tapi tidak bisa. Mungkin ada ribuan orang ada bawa parang, bensin untuk bakar-bakar," tutur Naomi.

Saat kejadian, Naomi dan suami di tempat kerja masing-masing. Asap membumbung dari sejumlah titik. Begitu terdengar hujan tembakan, dia bersama 20-an rekan kerja menuju ke pintu samping dan melarikan diri ke Polres yang jaraknya sekira 100 meter. Dua anaknya yang berada di tempat penitipan sudah lebih dahulu tiba di Mapolres. Keduanya diselamatkan oleh babysitter.

Keluarga Naomi dua hari dua malam bolak balik bersembunyi di Mapolres Jayawijaya. Kalau siang dia kembali ke rumah dinas, kemudian malam hari tidur di gereja kompleks Mapolres. Rumahnya tidak dibakar, namun orang-orang masih lalu lalang bawa parang dan bensin.

"Situasi begitu menakutkan jadi harus mengungsi sama warga lain. Mau pulang ke Kupang dulu," tutur Naomi.

Jhon menimpali, saat ini dia hanya mengantar keluarganya pulang kampung. Dia harus memastikan istri dan dua balitanya aman dan selamat tiba di Kupang.

"Beberapa hari saja saya di Kupang, antar keluarga. Nanti kembali lagi di Wamena, saya kerja di sana di kantor keuangan," tutur Jhon.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP