Hendak Kabur, Pelaku Rudapaksa Keponakan Ditangkap di Bandara El Tari Kupang

Sabtu, 28 Agustus 2021 00:02 Reporter : Ananias Petrus
Hendak Kabur, Pelaku Rudapaksa Keponakan Ditangkap di Bandara El Tari Kupang borgol. shutterstock

Merdeka.com - IYM alias Ibrahim alias Amos, paman yang melakukan rudapaksa pada keponakannya usia di bawah umur ditangkap petugas Polres Timor Tengah Selatan (TTS). Sebelumnya, IYM tidak memenuhi panggilan penyidik dan coba melarikan diri.

"Tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik. Tersangka malah melarikan diri sejak tanggal 22 Agustus 2021 dari Desa Tuasene tempat tinggal tersangka dan akan berangkat ke Surabaya, Jawa Timur," jelas Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Mahdi Ibrahim, jumat (27/8).

Mendapatkan informasi itu, polisi buru-buru mencegat tersangka di Bandara El Tari Penfui Kupang dan langsung dibawa ke SoE untuk diperiksa di Polres TTS.

IYM tidak berkutik ketika ditangkap polisi. Pengakuan korban, IYM selalu mengancam akan membunuhnya bila tidak mau menuruti keinginan melakukan persetubuhan.

Sebelumnya, NNM (16) warga Kecamatan Mollo Selatan menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan selama dua tahun. Pelaku adalah paman kandungnya IYM (49) alias Ibrahim.

Sejak tahun 2019 hingga bulan Juli 2021, NNM terpaksa melayani napsu bejat pamannya karena di bawah tekanan dan terus diancam dibunuh jika menolak.

Sudah tidak tahan dengan perlakuan pamannya, NNM kemudian menceritakan semua penderitaannya kepada pamannya yang lain.

Pengaduan korban yang putus sekolah karena kedua orangtua kandungnya berpisah itu langsung diteruskan ke polisi sesuai laporan nomor LP/B /182/VII/2021/SPKT Polres TTS.

Informasi yang dihimpun, sejak ayah dan ibunya berpisah, korban tinggal dengan neneknya MMD alias Maria, yang merupakan ibu kandung pelaku di Desa Tuasene, Kecamatan Mollo Selatan.

Korban mengaku mengalami kekerasan seksual tersebut pertama kali di rumah pelaku yang juga paman kandungnya. Awalnya pada bulan September 2019 silam, nenek korban MMD mengajak istri pelaku ke kota SoE untuk sebuah urusan.

MMD kemudian menitipkan korban ke rumah pelaku, karena MMD dan istri akan menginap di rumah kerabat di Kota SoE.

Bukannya melindungi korban, pelaku malah memanfaatkan kesempatan itu.

"Berani lu (kamu) cerita kepada orang lain maka saya akan bunuh lu hingga mati," ujar korban menirukan ancaman pelaku saat diperiksa polisi di Mapolres TTS, Selasa (24/8). [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pemerkosaan
  3. Pemerkosaan Anak
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini